alexametrics

Koalisi Masyarakat Sipil Imbau Kubu Paslon Tak Saling Klaim, Bikin Publik Bingung

21 April 2019, 15:19:52 WIB

JawaPos.com – Pernyataan kemenangan yang ditunjukkan pasangan calon dalam Pemilu 2019 berpotensi mengundang kebingungan publik. Kedua kubu paslon diminta menahan diri dan menghormati proses rekapitulasi yang tengah berlangsung.

Imbuan itu disampaikan sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Untuk Pemilu Damai dan Berkeadaban. Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyarankan agar berhenti menyatakan ‘kami adalah pemenangnya’.

“Hormati perundang-undangan yang merupakan kepastian hukum. Jangan ciptakan suasana ketidakpastian,” ujar dia  di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (21/4).

Hadar khawatir jika paslon saling klaim sebagai pemenang, dilanjutkan dengan upacara perayaan kemenangan, nantinya bisa menciptakan suasana bahwa hasil yang disampaikan seolah-olah yang paling benar.

“Kalau tidak demikian bisa menimbulkan satu rasa tidak puas atau protes,” kata pendiri lembaga peneliti Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) itu.

Sementara, Pengamat Politik dari Para Syndicate Ari Nurcahyo menyebut upaya saling klaim kemenangan sebagai strategi politik masing-masing calon adalah sebuah kejahatan. “Kedua kubu ini saling memperpanjang kebelahan di masyarakat,” tegas dia pada kesempatan yang sama.

Untuk itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Demokrasi dan Pemilu (Perludem), Titi Anggraini berpendapat sebaiknya konsentrasi para Paslon dan para pendukungnya diberikan untuk mengawasi proses yang masih berlangsung, ketimbang melakukan aksi saling klaim kemenangan. Keterbukaan KPU harus dimanfaatkan.

“Mestinya direspon dengan kawal bukan kemudian ada kesalahan yang harusnya dikoreksi justru dibangun narasi bahwa prosesnya curang. Semua pihak manfaatkan keterbukaan KPU agar proses rekapitulasi berjalan benar,” pintanya.

Ketua Pemudanya Pengurus Pusat Muhammadiyah Sunanto menambahkan, jika memang ada yang tidak memuaskan, ada proses hukum atau mekanisme yang bisa ditempuh.

“Aparat penegak hukum baik Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan maupun pengadilan mutlak bekerja secara transparan, profesional, akuntabel dan adil dalam menyelesaikan setiap dugaan pelanggaran Pemilu yang mereka tangani,” jelasnya.

Turut hadir Feri Amsari, Arif Susanto, Jeirry Sumampouw, Chalid Muhammad, Lucius Karus, Veri Junaidi, Wahidah Suaib dan Ray Rangkuti.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Desynta Nuraini

Alur Cerita Berita

Lihat Semua