alexametrics

Demokrasi Mahal, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

21 April 2019, 15:47:26 WIB

JawaPos.com – Desakan rekonsiliasi pasangan calon presiden dan wakil presiden terus bermunculan pasca Pemilu 2019. Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah pun diminta untuk menjadi fasilitator.

Adapun dalam pemilu kali ini, terdapat dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Yakni, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kita dukung PP Muhamadiyah dan juga mendorong rekonsiliasi khususnya dua paslon dan para pendukung,” ujar Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jerry Sumampouw saat pernyataan sikap Masyarakat Sipil di Gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (21/4).

Rekonsiliasi katanya diperlukan agar masyarakat yang sempat terbelah karena berbeda pilihan bisa kembali bersatu. “Rekonsiliasi penting karena pembelahan elit merembet kepada masyarakat yang juga terbelah,” tuturnya.

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyrakat Sipil untuk Pemilu Damai, saat menyatakan sikapnya terkait Pemilu 2019 di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (21/4). (Desynta/JawaPos.com )

Sementara itu dia meminta agar semua Paslon menghargai seluruh proses Pemilu. Termasuk hasil rekapitulasi suara nantinya.

Apalagi banyak petugas KPPS dan aparat keamanan yang kelelahan hingga meninggal dunia dalam proses Pemilu ini.

“Demokrasi mahal sekali. Mahalnya biaya ini mestinya menyadarkan elit politik sebagai bentuk partisipasi dan pengorbanan publik jangan lagi dicederai,” tegas dia.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini