alexametrics
Pilpres 2019

Timses Jokowi: Survei Litbang Kompas Tak Netral dan Diduga Pesanan

21 Maret 2019, 12:56:11 WIB

JawaPos.com – Survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan selisih elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi hanya terpaut 11,8 persen. Petahana disebut mengalami penurunan elektabilitas, sedang rivalnya menunjukan tren meningkat.

Namun, hasil survei itu diragukan oleh Anggota Tim Nasional Kemenangan (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir. Ia menduga survei itu pesanan pihak-pihak tertentu. 

“Karena selama ini Kompas sering berat sebelah dalam pemberitaan dan cenderung memberi angin kepada Prabowo-Sandi,” ujar Inas saat dihubungi, Kamis (21/3).

Menurut Inas, hasil survei itu bukan hal yang aneh, mengingat adanya keterkaitan antara salah satu pemimin redaksi Kompas dengan Prabowo-Sandi. Hal itu karena istri dari pemimpin redaksi merupakan kader Partai Gerindra.

“Oleh karena itu, survei Litbang Kompas tidak bisa dianggap netral dalam menggambarkan kondisi riil di masyarakat, melainkan hanya rekayasa untuk memengaruhi opini publik menjelang Pilpres 2019,” katanya.

Menurut Inas, berbagai lembaga survei independen telah memperlihatkan Jokowi jauh di atas 50 persen. Sehingga sangat sulit dikejar oleh Prabowo-Sandi.

Sementara itu, pengamat politik Djayadi Hanan menilai, pasangan yang sedang unggul apalagi petahana punya syarat mutlak untuk tidak merasa aman. Perasaan aman dinilai akan menjadi penghambat untuk meraih kemenangan dalam pemilu. 

“Beruntung bagi pasangan 01, pengingat itu datang di saat yang tepat,” ujar Djayadi.

Survei yang keluar sekitar sebulan sebelum pemilihan akan memicu semangat total dari segenap tim dan pendukung calon 01 untuk tetap mempertahankan keunggulan tebal pada 17 April 2019.

“Bagi 01 adalah peringatan agar tidak lengah sampai hari-H,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Hanan, survei ini akan membuat tim sukses semakin kencang dalam bergerak memastikan kemenangan di daerah kunci. Dia mencatat ada lima daerah kunci. 

“Fokus di daerah yang jadi rebutan suara, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DKI, Banten, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Dan itu bisa saja dilakukan dengan sprint selama tiga minggu terakhir ini,” kata Hanan. 

Diketahui, berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi dan Prabowo selisih 11,8 persen. Jokowi-Ma’ruf mendapat 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Ma’ruf 37,4 persen. Sedangkan sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.

Elektabilitas Prabowo-Sandi naik 4,7 persen dalam enam bulan, dari 32,7 persen pada Oktober 2018 menjadi 37,4 persen pada survei kali ini. Sebaliknya, rivalnya, Jokowi-Ma’ruf turun 3,4 persen, dari 52,6 persen pada Oktober 2018 menjadi 49,2 persen.‎

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Khafidul Ulum, Gunawan Wibisono

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Timses Jokowi: Survei Litbang Kompas Tak Netral dan Diduga Pesanan