JawaPos Radar

Pengganti Irman Gusman Menunggu Waktu Masuk ke Senayan

21/02/2017, 06:52 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengganti Irman Gusman Menunggu Waktu Masuk ke Senayan
Mantan Ketua DPD Irman Gusman saat menjalani sidang (Ricardo/JPNN.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman baru saja divonis hukuman 4 tahun 6 bulan penjara. Jika putusan itu telah berkekuatan hukuman tetap, maka haknya sebagai senator dicabut. Tentunya Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pergantian antarwaktu (PAW) untuk anggota DPD dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat.

"Proses PAW itu dilakukan oleh KPU RI, bukan dari kami di KPU Sumbar. Proses pergantian ini sama dengan proses PAW-nya anggota DPR RI," jelas Ketua KPU Sumbar Amnasmen seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (21/2).

Menurutnya, proses PAW tersebut baru bisa dilakukan apabila proses hukum terhadap Irman Gusman itu sudah inkracht. "Artinya sudah ada kekuatan hukum tetap (inkracht). Baru setelah itu KPU menyiapkan penggantinya yang merupakan nomor urut berikutnya," jelas Amnasmen.

Lantas siapakah pengganti Irman Gusman? Amnasmen menyebutkan berinisialnya  "LH". Inisial LH ini diidentik dengan nama Leonardy Harmaini.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data KPU, pada pileg lalu Sumbar meloloskan empat orang senatornya ke Senayan. Mereka adalah Irman Gusman dengan total suara 407.443, Emma Yohanna (314.053 suara), Jeffrie Geovanie (195.930 suara) dan Nofi Chandra (169.268 suara).

Calon anggota DPD RI yang memperoleh suara terbanyak berikutnya tapi tidak lolos saat pemilu lalu adalah, Leonardy Harmaini 146.466 suara. Politikus senior Partai Golkar ini, disebut-sebut bakal masuk Senayan, jika Irman Gusman telah divonis bersalah dan PAW.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan serta denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan kepada mantan Ketua DPD RI Irman Gusman. Selain itu, Hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik kepada Irman selama tiga tahun setelah pidana pokok selesai.

Irman dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp 100 juta dari pengusaha Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi. Suap diberikan karena Irman membantu pengurusan distribusi kuota gula impor di wilayah Sumatra Barat melalui CV Semesta Berjaya. (zil/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up