alexametrics

Ini Nama-nama Calon Ketua Umum PPP

20 November 2019, 12:12:41 WIB

JawaPos.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga akan memilih ketua umum secara definitif. Wakil Sekretaris Jenderal PPP , Achmad Baidowi mengatakan akan ada agenda musyawarah kerja nasional (mukernas) yang digelar pada 14-16 Desember 2019.

Pria yang akrab disapa Awiek ini membeberkan sudah ada beberapa kader PPP yang ingin menjadi ketua umum PPP untuk menggantikan posisi ketua umum sebelumnya Romahurmuziy yang tersandung kasus korupsi. Saat ini posisi ketua umum PPP masih diemban oleh seorang pelaksana tugas (Plt).

Beberapa nama yang disiapkan untuk maju dalam pemilihan ketua umum adalah Suharso Monoarfa, Arsul Sani, Akhmad Muqowam, Amir Uskara dan Margiono.

“(Nama-nama, Red) Itu yang disebut punya peluang maju sebagai ketua umum PPP,” ujar Awiek saat dikonfirmasi awak media, Rabu (20/11).

Awiek mengatakan, PPP mengedapankan pemilihan ketua umum tersebut lewat musyawarah dan mufakat. Namun apabila itu tidak bisa dilakukan, maka jalan satu-satunya adalah lewat mekanisme voting.

“Musyawarah mufakat bisa jadi salah satu opsi, tapi tidak menutup opsi lain karena sama-sama legal dan konstitusional,” katanya.

Di ajang hajatan mukernas tersebut juga akan ada islah PPP antara kubu Hump‎hrey Djemat dengan kelompok Plt Suharso Monoarfa. Semua kader PPP sudah sepakat ingin islah demi kejayaan PPP dan agenda-agenda politik ke depannya.

“Jadi belakangan mulai sadar, hikmahnya dari merosot suara PPP semua jadi terkejut. Kalau masih begini terus PPP akan tenggelam. Maka kemudian timbul kesadaran bersama semua elemen partai harus bersama-sama menyelamatkan partai ini,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum PPP Humphrey Djemat mengatakan akan ada mukernas partai berlogo Kakbah ini. Agendanya adalah islah antara dua kubu yang selama ini berseteru soal kepengurusan. Kesepakatan islah ini menurut Humphrey setelah dirinya bertemu dengan Suharso Monoarfa. Sehingga pembahasan islah PPP menjadi salah satu agenda penting dalam mukernas nanti.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads