JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

2019 Jadi Tahun 'Pemakaman' Parpol Islam, PPP Terancam Wasalam

20 November 2018, 01:26:45 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Romahurmuziy (Rommy PPP)
Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy akan menanggung beban sejarah karena gagal menjaga partainya tetap ada di Senayan. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Eksistensi partai politik berbasis massa Islam mulai terancam di Pemilu 2019 mendatang. Setidaknya fakta itu terpotret dari beberapa hasil temuan nasional oleh lembaga survei. Di kubu petahana, partai Islam tua yang diprediksi tak akan lolos antara lain Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Alvara Research Center (ARC) mencatat, dari survei yang dilaksanakan pada 8-22 Oktober 2018, partai berlambang Kakbah itu masih terseok dengan perolehan 2,2 persen suara. Hal itu justru berbanding terbalik dengan rekan koalisi sejawatnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 7,2 persen suara.

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, pelaksanaan pileg dan pilres yang digelar serentak dinilai telah berdampak signifikan dalam mendulang elektoral seluruh parpol. Di kubu Jokowi, efek ekor jas (coattail effect) hanya akan berpengaruh signifikan ke PDI Perjuangan. Itulah alasannya, posisi PPP semakin jeblok.

"Hanya PDIP yang terbang tinggi sendirian, partai lain termasuk PPP masih di bawah 4 persen. Ini jadi pertaruhan PPP," kata Adi kepada JawaPos.com, Senin (19/11).

Apalagi kondisi partai besutan Romahurmuziy itu yang tengah memiliki konflik internal sehingga dinilai semakin mempersulit untuk mendongkrak suara di pileg. Mereka hanya memiliki satu cara untuk tetap dapat menyelamatkan diri untuk lolos ambang batas parlemen (Parliamentary threshold).

Karenanya, dia bilang, partai yang didirikan pada 1973 itu harus mulai memprioritaskan pileg demi program yang ingin dicapai tahun depan.

PPP, menurut dia, memiliki berkah pemilih tradisional yang kuat dalam di Indonesia. Dengan begitu, party id alias pemilih loyal nantinya harus dapat lebih dimaksimalkan untuk menyelamatkan suara partai di pileg mendatang.

"Jangan terlena pilpres, tapi dapur pilegnya terancam enggak lolos Senayan," jelasnya.

Dikonfirmasi, Muhammad Arwani Thomafi selaku Wakil Ketua Umum PPP enggan menanggapi panjang lebar soal temuan partainya yang masih belum lolos ke Senayan. Dia mengklaim, prediksi lembaga survei terkait suara PPP sekarang dinilai jauh lebih baik daripada setahun jelang Pemilu 2014 lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Litbang Kompas pada 2013, perolehan suara PPP mencapai 2,4 persen suara. Artinya, seandainya dibandingkan dengan survei yang digelar ARC sekarang, posisi partai hijau itu lebih baik 0,2 persen suara.

"Survei 1 tahun sebelum pemilu ini lebih bagus kok, jika dibanding 2013 lalu," tegasnya.

Selain PPP, partai berbasis massa Islam lainnya seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB) juga dalam posisi yang belum lolos ke Senayan. Di sisi lain, PKB menjadi satu-satunya partai islam yang diprediksi berada di posisi aman.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up