JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ini Jumlah Duit Per Bulan yang Diterima Ngabalin dari AP I

20 Juli 2018, 14:42:59 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Jokowi dan Ali Mochtar Ngabalin
Tenaga Ahli Utama Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Presiden Ali Mochtar Ngabalin ditunjuk sebagai Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero), (Ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tenaga Ahli Utama Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Presiden Ali Mochtar Ngabalin ditunjuk sebagai Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero), Kamis (19/7) lalu. Otomatis setiap bulannya politikus Golkar itu bakal digaji puluhan juta rupiah.


Sebelumnya, penunjukan Ngabalin sebagai komisaris banyak menuai kritikan dari berbagai kalangan. Terutama dari politisi parpol non pendukung pemerintah. Salah satunya Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang menyebut BUMN sebagai tempat penampungan para tim sukses Jokowi.

Namun, sejatinya Ngabalin bukanlah tim sukses atau pendukung pertama Jokowi yang dipercaya untuk menjabat Komisaris perusahaan milik negara itu. Ada sejumlah nama lainnya.

Lantas berapa gaji yang diterima Ali Ngabalin untuk jabatan terbarunya di perusahaan BUMN yang bergerak di bidang bisnis penerbangan itu?

Berdasarkan penelusuran JawaPos.com dari web resmi Angkasa Pura 1, tercantum ratio gaji Dewan Komisaris Angkasa Pura I. Dimana gaji paling tinggi sebesar Rp 63 Juta per bulan, sementara paling rendah Rp 56,7 Juta per bulan.Namun itu belum termasuk tunjangan yang diterima.


Diketahui, Ngabalin ditunjuk untuk menggantikan Selby Nugraha Rahman. Saat ditelusuri, besaran pendapatan yang diterima Selby selama periode jabatan 2017, ternyata total pendapatan yang akan diterima oleh Ngabalin mencapai Rp 85,04 juta.

Dimana rinciannya:
1. Honor Rp 56,7 juta
2. Premi Asuransi Rp 14,17 juta
3. Tunjangan Komunikasi Rp 2,83 juta
4. Tunjangan Mobilitas Rp 11,34 juta
5. Tunjangan Hari Raya Rp 56,7 juta

Pendapatan yang diterima Ngabalin sebagai Komisaris AP I, belum termasuk tantiem atau bonus tahunan yang diberikan perusahaan sebagai hadiah yang dihitung berdasarkan omset tahunan perusahaan, atau jumlah pelanggan yang diperoleh, atau nilai saham perusahaan saat ini.

Tantiem adalah bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan, yang baru dapat diberikan bila perusahaan memperoleh laba bersih sebagaimana ditentukan dalam Pasal 70 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT). 

Dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-16/PJ.44/1992 Tentang Pembagian Bonus, Gratifikasi, Jasa Produksi Dan Tantiem disebutkan bahwa tantiem merupakan bagian keuntungan yang diberikan kepada Direksi dan Komisaris oleh pemegang saham yang didasarkan pada suatu prosentase/jumlah tertentu dari laba perusahan setelah kena pajak.

Pada 2016, AP I memberikan tantiem sebesar Rp 1,066 miliar kepada Selby pada 2016 dengan besaran 40,5 persen dari tantiem yang didapat Direktur Utama. Selain Ngabalin, ada dua orang lainnya yang diangkat Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai Komisaris.

Berikut susunannya:

1. Komisaris Utama: Djoko Sasono
2. Anggota Dewan Komisaris: Harry Z. Soeratin
3. Anggota Dewan Komisaris: Suprasetyo
4. Anggota Dewan Komisaris: Ali Mochtar Ngabalin
5. Anggota Dewan Komisaris: Tri Budi Satriyo
6. Anggota Dewan Komisaris Independen: Anandy Wati.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up