JawaPos Radar

SBY Kritik Pemerintahan Jokowi

PDIP: Pak SBY Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan

20/06/2018, 11:38 WIB | Editor: Kuswandi
SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Dwi Hartono menanggapi keluhan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap netralitas aparat negara dalam pilkada serentak. Bambang menegaskan, tuduhan tersebut selain merendahkan hak rakyat yang berdaulat, juga cermin kepanikan SBY. Sebab kata dia, Presiden Jokowi tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan.

"Berbeda dengan yang sebelumnya. Siapa yang di belakang tim alpha, bravo, dan delta? Siapa yang menggunakan KPU yang seharusnya netral dan dijadikan pengurus partainya?" ujar Bambang dalam keterangannya, Rabu (20/6).

"Siapa yang memanipulasi IT sehingga Antasari dipenjara? Siapa yang memanipulasi DPT sehingga kursi di Pacitan pada Pemilu 2014 berkurang drastis dibanding 2009? Siapa yang menjadi pelopor penggunaan dana Bansos?" tambahnya.

Bambang justru menunjukkan bagaimana pilkada di Jawa Timur dikotori oleh praktik penyalahgunaan program keluarga harapan yang diklaim secara sepihak.

"Jadi itu sama saja penggunaan dana rakyat untuk kepentingan pribadi. Banyak bukti di lapangan terkait penyalahgunaan PKH tersebut. Ini yang seharusnya dikritik Pak SBY," tegasnya.

Atas dasar berbagai hal di atas, maka Bambang menyarankan kepada SBY untuk melakukan introspeksi ketimbang menyalahkan pihak lain. Tujuannya agar SBY tidak menyampaikan tuduhan sepihak tanpa bukti.

"PDIP bahkan punya pengalaman buruk di Pilkada Bali 5 tahun lalu, saat itu alat negara diterjunkan hanya karena ambisi kekuasaan. Jadi, siapa yang punya sejarah gelap menggunakan kekuasaan? Pak SBY jangan lempar batu sembunyi tangan," tegasnya.

Kepada seluruh pihak hendaknya membangun suasana kondusif dan biarlah rakyat menjadi hakim tertinggi di dalam menentukan pemimpinnya. "Rakyat mencari pemimpin yang kuat secara kultural, berpengalaman, serta tidak ambisius di dalam mengejar jabatan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Indonesia ke-6 ini menuangkan dugaannya soal ketidaknetralan negara di kontestasi Pemilu di akun Twitter pribadinya, @SBYudhoyono.

Lewat akun Twitter-nya, SBY mengatakan, "Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT?"

Dikonfirmasi soal cuitan SBY itu, Ketua Divisi Bidang Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, yang disampaikan oleh ketua umumnya berkaitan dengan ketidaknetralan aparat di Pilkada dan pengangkatan Komjen Pol Iriawan menjadi Penjabat sementara Gubernur Jawa Barat.‎

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up