alexametrics

Soal Video ‘Revolusi’ dan Eggi, Permadi Diperiksa Polisi

20 Mei 2019, 16:36:21 WIB

JawaPos.com – Politikus Partai Gerindra Permadi dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Mantan politikus PDIP itu diperiksa atas dua perkara yang berbeda. Pertama terkait dugaan makar perihal video ‘revolusi’ yang sempat viral. Kedua, saksi tersangka dugaan makar Eggi Sudjana.

“Tadi Pak Permadi hadir di Krimsus jam 10. Tadi untuk klarifikasi. Sama dia juga dipanggil sebagai saksi tersangka Eggi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Senin (20/5).

Ditemui jelang pemeriksaan kedua di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Permadi mengaku sempat dicecar sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik terkait video ‘revolusi’. Pemeriksaan kasus itu pun belum tuntas, dan akan dilanjut Senin pekan depan.

“Kira-kira 15 pertanyaan dan dinyatakan belum selesai. Saya juga bersedia untuk dipanggil lagi, rencananya minggu depan,” kata Permadi.

Permadi mengakyu video ‘revolusi’ itu merupakan miliknya. Dia menyampaikan itu saat menjadi pembicara di depan forum rektor yang digelar secara tertutup di gedung DPR RI pada 8 Mei 2019. Video itu sendiri berdurasi sekitar 20 menit, namun yang viral sudah dilakukan pemotongan.

Dia hadir di forum tersebut dengan kapasitas selaku Anggota DPR RI. Itu pun dia mendapat undangan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia pun heran video tersebut bisa viral, mengingat forum tersebut bersifat terbatas dan tertutup.

“Jadi saya tidak mau menjelaskan apakah ‘revolusi’ maksudnya apa, itu semua tertutup tidak perlu saya dijelaskan,” lanjut Permadi.

Di sisi lain, Permadi menggunakan pasal 224 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 atau UU MD3 sebagai pedomannya. Di dalam ketentuan tersebut, seorang Anggota DPR memiliki hak imunitas terhadap pernyataan-pertanyaan yang disampaikannya di dalam maupun di luar rapat yang berkaitan dengan tugas dan wewenang anggota dewan.

Sedangkan untuk kasus Eggi, Permadi mengaku tak memiliki banyak keterangan untuk disampaikan. Mengingat, tempat kejadian perkara dugaan makar Eggi saat berorasi di Jalan Kertanegara Jakarta Selatan, sementara itu Permadi mengaku belum pernah berkunjung ke tempat tersebut.

“Lebih-lebih Eggi Sudjana dituduh melakukan hal itu (makar) di Jalan Kartanegara, saya tidak pernah ke Kartanegara, jadi siapa yang melaporkan saya ke Kartanegara saya endak tahu, mungkin ingin menjerumuskan saya, ingin menjebak saya, saya akan menjawab seperti itu,” pungkasnya.

Diketahui, Stefanus Asat Gusma dan Josua Viktor melaporkan Permadi atas viralnya video ‘revolusi’. Laporan Gusma teregister pada LP/2885/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Sedangkan Laporan Viktor teregister pada LP/2890/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.

Untuk pasal yang diterapkan dalam kedua LP itu adalah pasal dugaan makar, yang masuk dalam Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 4 juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan