alexametrics

Jelang 22 Mei, Moeldoko Cerita Soal Senjata Selundupan

20 Mei 2019, 17:16:10 WIB

JawaPos.com – Intelijen negara menggagalkan penyelundupan senjata api yang diduga akan digunakan untuk mengacaukan situasi pada 22 Mei 2019. Informasi itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“Intelijen kita telah menangkap upaya penyelundupan senjata, kita tangkap, ada senjata. Orangnya lagi diproses. Tujuannya pasti untuk mengacaukan situasi,” ucap Moeldoko di kantornya, Jakarta pada Senin (20/5).

Diketahui, pada 22 Mei akan ada momentum pengumuman hasil Pemilu dan Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Serta, kabar adanya aksi massa yang akan menolak hasil Pilpres 2019 karena dianggap banyak kecurangan.

Moeldoko menjelaskan, pada aksi itu sngat mungkin muncul kekecauan, bisa saja dengan melakukan penembakan kepada kerumunan massa, akhirnya seolah-olah itu dianggap tembakan dari aparat keamanan baik TNI maupun Polri. Itu menjadi pemicu kondisi chaos.

Ditegaskan Moeldoko, apa yang disampaikannya itu bukan untuk menakut-nakuti. Justru, dia ingin memberikan informasi yang sesungguhnya bahwa memang ada indikasi akan terjadi sesuatu yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

“Sudah sering kita dengar kepolisian telah menangkap teroris dan dia mengaku akan memanfaatkan situasi pengumpulan massa ini menjadi target,” lanjut mantan Panglima TNI ini.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau supaya masyarakat sebaiknya tidak perlu datang ke kawasan-kawasan yang berpotensi menjadi rawan dan membahayakan pada 22 Mei nanti.

Sementara itu, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta para pendukungnya untuk menunggu surat wasiat dari Prabowo Subianto.

Pesan itu disampaikan Sandiaga saat bertemu dengan seluruh relawan, simpul simpatisan dan emak-emak pendukung Prabowo-Sandi di SKA Co-ex, Pekanbaru, Riau, (18/5).

Ia meminta seluruh pendukung yang hadir untuk tetap bersabar menunggu hasil yang sebentar lagi diumumkan KPU. Ia juga meminta agar semuanya tetap berprasangka baik. Meski menurutnya ada kecurangan yang ditemukan, seluruh proses yang berjalan tetap harus melewati prosedur hukum.

“Emak-emak banyak yang galau, gak mau nonton TV. Jangan TV-nya disalahkan. Tetap berprasangka baik, banyak ditemui kecurangan terjadi di sini, kita harapkan mereka melakukan koreksi. Semua harus mengedepankan prosedur hukum,” pesan Sandi.

Ia menegaskan, Prabowo Subianto akan memberikan arahan kepada seluruh pendukung jelang pengumuman resmi KPU 22 Mei 2019 mendatang. Arahan tersebut dikatakan Sandi sebagai surat wasiat dari sang sapres.

“Pak Prabowo akan mengeluarkan surat wasiat yang dimumkan sebelum 22 Mei. Kita tunggu saja arahan dari beliau, jangan khwatir, perjuangan belum berakhir,” ujar Sandi.

Sandi meminta kepada seluruh pendukung untuk dapat menahan diri dan tidak berbuat anarkis. Apalagi saat ini sedang memasuki bulan suci Ramadan.

Ia juga menilai bahwa seluruh masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas dalam menyikapi persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan maupun setelah Pemilu 2019.

Editor : Dimas Ryandi