alexametrics

Selain Terorisme, Tjahjo juga Minta Camat Awasi Peredaran Narkoba

20 Maret 2019, 13:50:33 WIB

JawaPos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengajak camat seluruh Indonesia untuk menghadapi radikalisme dan terorisme. Itu diungkapkannya saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional Camat 2019 di Hotel Ciputra, Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (20/3).

“Camat harus mampu mengenal dan mengidentifikasi wilayahnya untuk menghindari dan mendeteksi bibit radikalisme dan terorisme. Caranya dengan dengan menciptakan iklim kondusif,” ujar Tjahjo.

Menurutnya, gerakan radikal dan terorisme itu pasti menempatkan peran atau penggerak di wilayah desa atau kelurahan dan di lingkup kecamatan. Karena itu, harus dipantau mulai dari data penduduk hingga keluarganya.

Politikus senior PDI-P itu kemudian mencontohkan terkait peristiwa bom Sibolga yang tertanam di dalam tanah. Bahkan meledaknya bom di Surabaya itu dilakukan oleh satu keluarga.

Selain terorisme, masalah lainnya adalah ancaman narkoba. Camat harus mendeteksi secara dini kemungkinan peredaran barang haram di wiilayahnya. Salah satu upayanya dengan melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat.

“Ini harus dicermati. Ada tidak warganya yang kena narkoba. Harus ada komunikasi dengan tokoh setempat yang ada di lingkup kecamatan, karena narkoba ini ancaman yang nyata dan tak sedikit merenggut nyawa anak bangsa,” papar Tjahjo.

Selanjutnya, korupsi. Tjahjo meminta seluruh camat untuk mencermati area rawan korupsi. Pasalnya tak sedikit kepala daerah yang terjerat kasus korupsi karena tak memahami dan abai terhadap area yang dekat dan rentan penyelewengan.

“Paling utama ada di perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa. Hati-hati betul menghadapi dan menangani dana hibah, dan tak kalah bahaya juga area pajak dan retribusi daerah,” pesan Tjahjo. 

Terkahir, lanjut Tjahjo, masalah ketimpangan sosial. Sebagai perpanjangan dari pemerintah kabupaten/kota dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di desa/kelurahan, camat harus melihat dengan jernih masalah sosial dan kesehatan yang terjadi di wilayahnya. Cermati apakah masih ada anak yang mengalami gizi buruk, stunting, TBC, malaria, dan lain-lain.

“Ke depan arah pembangunan kita adalah membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), jangan sampai masalah sosial dan kesehatan menghambat pertumbuhan SDM yang bekualitas,” pungkas Tjahjo.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor : Fersita Felicia Facette



Close Ads
Selain Terorisme, Tjahjo juga Minta Camat Awasi Peredaran Narkoba