alexametrics

Rommy Dibekuk KPK, Fadli Anggap Jokowi Gagal Mengontrol Orang Terdekat

20 Maret 2019, 18:18:17 WIB

JawaPos.com – Kasus suap jual-beli jabatan yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy, menuai sorotan banyak pihak. Salah satunya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Fadli mengatakan, dirinya prihatin atas kasus yang menimpa koleganya di parlemen itu. Bahkan, Wakil Ketua DPR itu juga menyayangkan Joko Widodo (Jokowi) yang tak bisa mengontrol tingkah laku yang dilakukan kerabat dekatnnya.

Menurut Fadli, Rommy dan Jokowi dinilainya memiliki hubungan yang sangat akrab satu sama lainnya. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, keduanya kerap melakukan kegiatan bersama. Karena itu muncul anggapan bahwa Presiden Jokowi tidak bisa megontrol orang – orang terdekatnya.

“Pak Rommy ini kan orang yang sangat dekat dengan Pak Jokowi. Ibaratanya dua sejoli yang sulit dipisahkan. Sering hadir bersama, satu mobil bareng, makan bareng itu bukan satu kali dua kali. Bahkan nge-vlog bareng,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/3).

Fadli juga menuturkan, karena kasus ini, Jokowi dianggap tidak berhasil dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Termasuk kurang bisa mengontrol kementeriannya sendiri.

“Bagaimana orang yang terdekat presiden bisa melakukan hal ini. Artinya presiden gagal di dalam melakukan penertiban reformasi birokrasi dan juga kontrol untuk menciptakan Good Governance,” pungkasnya.

Diketahui, dalam perkara dugaan kasus jual beli jabatan, KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu Anggota Komisi IX DPR Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK juga menduga Rommy menerima suap dari pejabat Kemenag agar bisa memperoleh jabatan tinggi di lingkungan Kemenag. Temuan KPK saat OTT, Rommy menerima Rp 300 juta dari pejabat tersebut. Namun, itu bukan penerimaan pertama kali.

Atas dasar itu, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim

Copy Editor :

Rommy Dibekuk KPK, Fadli Anggap Jokowi Gagal Mengontrol Orang Terdekat