JawaPos Radar | Iklan Jitu

PSI Tolak Perda Syariah

PKS Curiga Partainya Sis Grace Phobia Agama

19 November 2018, 23:59:31 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Jazuli Juwaini
Ketua Fraksi PKS Jazuli Jaweni meminta PSI agar lebih banyak belajar lagi soal konstitusi dan Pancasila. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Sikap politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menolak peraturan daerah (perda) syariah dan injil merupakan bentuk ketidakpahaman akan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Itu diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jazuli Juwaini.

Karena itu, Jazuli menyarankan PSI belajar memahami konstitusi UUD 45 dan Pancasila secara utuh yang menempatkan agama dalam posisi yang penting.

"Di nilai-nilai itulah yang menjiwai semangat kebangsaan, dan yang terpenting menjadi landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Jazuli kepada wartawan, Senin (19/11).

Anggota Komisi I DPR itu menilai sikap politik PSI ini sebagai bentuk phobia agama yang bisa saja bertendensi memisahkan nilai-nilai agama dalam laku kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita perlu tanya dengan jelas kepada PSI apa yang mereka maksud dengan perda-perda agama yang mereka tolak," katanya.

Lebih lanjut, Jazuli mengungkapkan, umumnya perda-perda tersebut mengatur ketertiban hidup bermasyarakat. Lebih dari itu bertujuan untuk menjaga moral dan akhlak masyarakat. "Apa ini yang mereka tolak? PSI harus membaca semangat Pancasila dan UUD 1945", kata Jazuli.

Dia menambahkan, jelas sekali bahwa nilai-nilai agama menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan hanya secara implisit, tapi eksplisit dalam sila pertama Pancasila maupun pembukaan UUD 1945.

Misalnya, Pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan jaminan kebebasan beragama. Pasal 28J bahwa pelaksanaan hak asasi tidak boleh bertentangan dengan nilai agama.

Pasal 31 tentang visi pendidikan nasional untuk menghasilkan SDM yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. "Oleh karena itu perda-perda bahkan undang-undang bukan saja menyerap nilai agama akan tetapi wajib mengambil nilai-nilai tersebut," ungkapnya.

Menurut Jazuli, negara melalui perangkat aturannya wajib menjamin pelaksanaan nilai agama dilaksanakan secara konsekuen. Itulah mengapa lahir UU Peradilan Agama, UU Haji, UU Zakat, UU Perbankan Syariah, UU Jaminan Produk Halal.

"Semuanya terjadi melalui proses bernegara antara DPR dan Pemerintah. Apa ini ditolak juga oleh PSI juga?" katanya.

Karena itu, legislator daerah pemilihan (dapil) Banten ini berpesan agar PSI tidak mengambil posisi bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945.

"Sebaliknya, mari sama-sama kukuhkan semangat keberagamaan di republik ini agar Indonesia semakin diberkahi Allah SWT," ungkap Jazuli. 

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up