JawaPos Radar | Iklan Jitu

Penyebar Foto Porno Editan Grace itu Datang dan Bilang Begini

19 November 2018, 18:45:30 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Grace Natalie
Foto Grace Natali editan alias hoax yang sempat diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Srikandi. (pojoksatu/JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Salah satu penyebar foto porno editan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie akhirnya mintaan maaf kepada publik. Dia adalah Topan Pratama Siregar, pria yang kesehariannya jadi pengemudi taxi online.

Topan menyampaikan permintaan maafnya langsung di hadapan para pengurus DPP PSI. Dia pun mengakui kesalahannya karena telah menyebarkan foto editan artis hot Jepang yang kepalanya diganti dengan Grace Natalie. Ia pun berjanji tidak akan mengulanginya kembali.

Grace Natalie dan topan
Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Topan yang mengaku ikut menyebar foto porno editan mantan presenter tv itu. (Sabik/JawaPos.com)

"Saya minta maaf telah menyebarkan foto itu pada 14 November 2018. Bila saya ulangi perbuatan serupa, saya siap diproses hukum," ujar Topan di DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/11).

Topan menceritakan, bahwa ia mendapat foto editan Grace di media sosial. Waktu itu dia tanpa pikir panjang langsung menyebarkan kembali foto tersebut. Keabsahan foto tersebut pun belum diketahuinya. 

"Saya mendapatkan foto tersebut dari beranda di facebook, sambil bawa mobil (taksi online, Red). Saya langsung share-share saja foto tersebut, tanpa baca untuk melihat lebih jauh lagi dan tidak tahu konsekuensi hukumnya,” kata Topan.

Dalam unggahan foto Topan, dituliskan keterangan 'Pantesan menolak Perda Syariah, ternyata model majalah bokep toh, ga bagus buat kelangsungan hidup hajat orang Indonesia di masa depan #tenggelamkanpsi #partaisetanindonesia'.

Lebih lanjut Topan mengaku begitu bersalah ketika mengetahui dirinya menjadi salah satu dari 7 terlapor yang dilaporkan oleh Grace. Hal itu pula yang mendorong dirinya memutuskan untuk menyampaikan permintaan maaf langsung kepada DPP PSI.

“Ke depan saya akan lebih teliti lagi dalam menyebarkan berita di media sosial agar tidak menyebarkan berita bohong, apalagi mencemarkan nama baik seseorang,” lanjutnya. 

Di tempat sama, Grace mengapresiasi penuh permintaan maaf Topan. Hal ini bisa dijadikan pembelajaran publik. Dan tidak ada lagi siapapun yang bertingkah sembrono dalam penggunaan media sosial. 

“Bagi kami, yang paling penting dari peristiwa ini adalah pembelajaran ke publik. Karena saya yakin banyak orang di luar sana yang belum mengerti konsekuensi hukum atas perbuatan menyebarkan berita atau foto yang tidak benar,” tegas Grace. 

Sementara itu, terkait proses hukumnya, PSI akan berkordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya. Mengingat tidak semua perkara yang dilaporkan adalah delik aduan, yang bisa dibatalkan begitu saja.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up