JawaPos Radar

Koalisi Jokowi Singgung Prestasi Sudirman Said Saat Jabat Menteri ESDM

19/10/2018, 14:25 WIB | Editor: Kuswandi
Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mempertanyakan apa keberhasilan Sudirman Said saat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Hasto, apa yang dilakukan Sudirman Said sebagai menteri hanya menciptakan kegaduhan ‎saja, dalam kasus proyek perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia atau yang lebih dikenal dengan skandal 'Papa Minta Saham' yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto kala itu.

"Di zaman Pak Sudirman Said terjadi hiruk pikik terhadap masalah ini. Kemudian di bawah kepemimpinan Pak Ignasius Jonan aspek-aspek kelembagaan dan kedekatan lebih komprehensif dijalankan dengan langkah-langkah strategis," ujar Hasto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (19/10).

Kata Hasto, di era kepemimpinan Presiden Jokowi juga Freeport akhirnya tunduk. Karena PT Freeport Indonesia akhirnya setuju untuk melepas saham alias divestasi dengan total sebesar 51 persen kepada pihak nasional.

Sehingga apa yang dilakukan Presiden Jokowi telah melaksanakan mandat konstitusi dengan rujukan dari Pancasila sila kelima yakni keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan juga Pasal 33 UUD 1945 berisi bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Proses negosiasi dengan Freeport tidak mudah berlangsung cukup lama dan memerlukan kesabaran," katanya.

Lebih lanjut Hasto juga menyinggung mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan yang mengkritik program sertifikat tanah yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut ‎Hasto apa yang disampaikan oleh Ferry Mursyidan Baldan adalah bentuk kekecewaan dari menteri yang terdepak dari Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi. Sehingga kritikan yang disampaikan tanpa adanya data-data yang falid.

"Kami memahami ya namanya menteri di reshuffle itu bisa dilihat dari berbagai macam ekspresinya. Tapi seharusnya memberikan kritik itu dengan data," pungkasnya.

Adapun dua mantan menteri Jokowi ini di Pilpres 2019 memilih untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Dia menjadi salah satu bagian dari tim pemenangan nasional.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up