JawaPos Radar

Cita-cita Johni Jadi Prajurit TNI, Hotman Malah Nyuruh Ikut Jejaknya

19/08/2018, 14:30 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Joni si pemanjat tiang
Jhoni, bocah si pemanjat tiang bendera diganjar Rp 50 Juta oleh Hotman Paris saat berkunjung ke Warung Kopi Johny. (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Viktorlino Fahe Marshall (56) orang tua dari Johni bocah pemanjat tiang bendera mengungkapkan bahwa cita-cita anaknya yang bernama lengkap Yohanis Gama Marshall Lau itu. Sang anak yang masih berusia 13 tahun itu bermimpi ketika besar nanti bisa menjadi prajurit TNI.

"Waktu ditanya Pak Dandim dan Pak Kapolres, Johni mau jadi apa? Polisi dia tidak mau, maunya tentara, saya mau tentara bela negara," ujar Viktorlino menirukan ucapan anaknya saat bertemu dengan pengacara nyentrik Hotman Paris di Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (19/8).

Ayah sembilan orang anak ini mengaku bangga mempunyai anak yang ingin menjadi tentara karena nantinya Johni akan mengabdi untuk NKRI.

"Demi merah putih, dia jawab mau jadi tentara karena mau bela negara," ucap Viktorlino.

Johni yang terkenal karena aksi heroiknya membenarkan tali di ujung tiang bendera sempat ditawarkan menjadi pengacara oleh Hotman Paris. Hotman menyebut, Johni harus mengikuti jejaknya agar bisa terkenal menjadi pengacara kondang.

Mendengar itu Johni hanya senyum semringah, dia kemudian melontarkan akan bertemu Presiden Joko Widodo dan ingin meminta beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

"Minta yang sekolah sampai lulus ke perguruan tinggi," timpal Johni.

Kemudian Hotman menyuruh Johni untuk berteriak agar beasiswa pendidikan itu digunakan hingga menempuh jalur Fakultas Hukum. "Bapak Presiden saya minta beasiswa jadi pengacara kayak Bapak Hotman," ucap Johni diikuti gelak tawa dari semua yang hadir.

Akibat aksinya itu membuat kagum masyarakat Indonesia. Bahkan saat ini Johni banyak mendapat tawaran beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

Orang tua Johni, Viktorlino yang berprofesi sebagai petani mengaku ingin anaknya agar bisa terus menempuh pendidikan hingga jenjang kuliah. Karena itu, sebisa mungkin ia selalu memberikan makan terbaik dari apa yang ditanamnya pada Johni.

"Saya kan petani. Jadi Johni selalu makan sayur-sayuran. Jagung, ubi jalar, agar Johni kuat dan tetap sekolah," ucapnya.

Tak hanya itu, ayah sembilan orang anak ini menyebut Johni harus menempuh jarak dua kilometer untuk bersekolah. Bahkan sepulang menimba ilmu, dia harus bantu bekerja.

"Pulang sekolah, Johni biasanya ke kebun, ambil kayu, ambil air, nimbanya jauh di perbatasan Timur Leste," punkas Viktorlino kepada awak media.

Sebelumnya, siswa kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT, Yohanis Gama Marshall Lau alias Johni membuat aksi heroik memanjat tiang bendera setinggi 25 meter untuk membenarkan tali bendera saat perayaan HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up