alexametrics

Sekjen PAN: Berada di Luar Pemerintah Sesak Napas

19 Juli 2019, 20:00:08 WIB

JawaPos.com – Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan meninggalkan koalisi pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Sehingga tidak bisa bersama-sama di Pilpres 2019 kemarin. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengatakan, lewat pendapat pribadinya menjadi oposisi sangat tidak nyaman. Bahkan dibaratkan seperti sesak napas.

“Kalau ditanya pandangan pribadi ketika itu selama 10 bulan, kita berada di luar pemerintahan sesak napas,” ujar Eddy dalam diskusi di kawasan Jalan Wijaya, Jakarta, Jumat (19/7).

Namun demikian, Eddy tidak mejelaskan lebih detail apa maksud dari sesak napas berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi.

Eddy menambahkan, baru di Pilpres 2019 PAN menjadi oposisi. Sebab merujuk pada sejarah. Partai berlogo matahari ini selalu berada di dalam pemerintahan. ‎Di 2014 PAN tidak menjadi oposisi sama seperti sebelum-sebelumnya.

“PAN itu belum pernah berada dalam oposisi. Hanya di tahun 2019, Pemilu, PAN pertama kali berada di luar pemerintahan,” katanya.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, PAN sampai saat ini belum memutuskan sikap politiknya untuk lima tahun ke depan. Apakah bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin, atau menjadi oposisi.

Menurut Eddy, sikap resmi PAN akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) yang direncanakan dilakukan pada Agustus 2019 ini. Sehingga langkah politik tersebut baik menjadi PAN di masa datang.
‎
“Apapun yang kita akan putuskan besok dan opsinya saya kira sudah jelas,” tuturnya.

Saat ini juga sudah banyak aspirasi yang muncul dari kader-kader PAN. Ada yang mengusulkan bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Kemudian ada yang mengusulkan menjadi oposisi. Bahkan ada juga yang menginginkan PAN netral.

‎”Berada di oposisi yang tidak bergabung dengan pemerintah, bergabung dengan pemerintah, atau kita berada di tengah-tengah konstruktif kritis,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads