alexametrics

Jika Lolos JR, Golkar Minta Kadernya Umumkan Sebagai Eks Napi Korupsi

19 Juli 2018, 13:38:01 WIB

JawaPos.com – Meski bertentangan dengan peraturan, Partai Golkar tetap mendaftarkan sejumlah nama bakal caleg yang berstatus sebagai mantan terpidana korupsi. Partai berlambang pohon beringin hitam itu masih berharap dengan hasil uji materi di Mahkamah Agung (MA).

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadizly menyebut, kesempatan untuk mengajukan uji materi merupakan hak konstitusional. Sehingga pihaknya masih menunggu mengenai pencalonan kadernya itu sebagai legislatif pasca putusan MA.

“Kita tunggu saja apakah KPU konsisten dengan PKPU atau hasil dari JR oleh MA seperti apa,” kata Ace di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (19/7).

Menurut Ace, jika nantinya gugatan uji materi mengenai PKPU dikabulkan oleh MA, maka pihaknya akan memberikan instruksi kepada kadernya yang terlibat korupsi untuk mengumumkan diri sebagai mantan terpidana korupsi.

Regulasi itu sebagaimana diatur pada Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 pada pasal 240 ayat 1 huruf G tentang pemilihan umum (UU Pemilu). Dalam aturan itu, seorang mantan narapidana yang telah menjalani masa hukuman selama lima tahun atau lebih, boleh mencalonkan diri selama yang bersangkutan mengumumkan pernah berstatus sebagai narapidana kepada publik.

“Kalaupun juga misalnya lolos dari uji materi di Mahkamah Agung (MA), maka yang bersangkutan harus menyampaikan sebagaimana aturan KPU yaitu mengumumkan dan rakyat yang nanti menentukan,” pungkasnya.

Diketahui, partai Golkar telah mendaftarkan dua nama mantan narapidana koruptor. Mereka adalah Ketua DPD Partai Golkar Aceh Teuku Muhammad Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono.

Nurlif merupakan mantan terpidana cek pelawat dugaan suap dalam pemilihan DGS Bank Indonesia Miranda Gultom. Dia telah divonis pidana penjara 1 tahun 4 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sementara itu, Iqbal ikut terlibat dalam korupsi Bansos Jateng untuk Kabupaten Wonosobo pada tahun 2008. Atas yaang melilitnya, Iqbal telah divonis 1 tahun penjara. 

“Kalau Pak Iqbal (Nyaleg) di Jawa Tengah dan pak Nurlip di Aceh. memang keduanya agak sulit partai untuk bisa mencoret, karena memang nurlip adalah ketua DPD golkar provinsi Aceh, sementara Pak Iqbal ketua harian golkar Jawa Tengah,” ucap Ace.

Editor : Kuswandi

Reporter : (aim/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Jika Lolos JR, Golkar Minta Kadernya Umumkan Sebagai Eks Napi Korupsi