JawaPos Radar

Demokrat Disebut Pelengkap Sempurna Koalisi Gerindra, Ini Sebabnya

19/07/2018, 15:12 WIB | Editor: Kuswandi
Syamsudin Haris
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsuddin Haris di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7). (Sabik/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jelang waktu pendaftaran pasangan calon Presiden (capres) dan calon Wakil Presiden (cawapres) partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan arah dukungan. Baik koalisi pemerintah maupun oposisi terus disambangi partai berlambang bintang Mercy itu untuk melakukan komunikasi politik.

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan, jika dilihat dari peta politik sementara saat ini, Demokrat disebut lebih berpotensi berkoalisi dengan Gerindra dibanding yang lain.

"Sebetulnya potensi koalisi keduanya (Gerindra-Demokrat) lebih mudah dibanding yang lain," ungkap Syamsuddin di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Selatan (19/7).

Hal itu dikarenakan untuk memajukan pasangan capres dan cawapres, hanya dengan koalisi Gerindra-Demokrat sudah didapati elektabilitas cukup tinggi, dan telah melampaui 20 persen presidentian threshold (PT).

Selain itu Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum partai Demokrat disebut memiliki kekuatan financial mumpuni. Hal itu tentu akan menjadi pelengkap sempurna untuk pencalonan Prabowo yang dikabarkan kekuarangan dana.

"Kenapa? Cukup 2 partai itu saja tidak perlu yang lain (udah bisa bikin koalisi) atau kedua mungkin Prabowo kesulitan modal financial dan itu bisa dipenuhi oleh pak SBY," jelas Syamsuddin.

Sementara itu terkait anggapan Demokrat-Gerindra tidak ideal menjalin koalisi karena sama-sama berlatar belakang militer ditampik oleh Syamsuddin. Menurutnya hal itu bagian dari peluang menang atau tidaknya koalisi tersebut di pilpres 2019 dan tidak berkaitan dengan layak atau tidaknya 2 partai itu berkoalisi.

"Nah itu (sama-sama latar belakang militer) soal peluang, itu lain lagi. Soal peluang kita belum tahu apakah akan dipilih di pilpres atau akan kalah," tandas Syamsuddin.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up