JawaPos Radar

Iwan Bule Tak Ingin 34 Tahun Karirnya sebagai Anggota Polri Hancur

Komitmen Jaga Netralitas

19/06/2018, 16:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Iwan Bule Tak Ingin 34 Tahun Karirnya sebagai Anggota Polri Hancur
Komjen Pol Mochamad Iriawan berkomitmen menjaga netralitas Pilkada Jabar selama menjabat sebagai Pj Gubernur. (dok. Puspen Kemendagri)
Share this image

JawaPos.com - Rentetan kritik masih menyasar pada keputusan pemerintah terkait pelantikan Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar). Banyak opini yang menyebut, keputusan ini akan memengaruhi netralitas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tanah Sunda itu.

Menanggapi opini negatif yang menyerang dirinya, Iriawan akhirnya angkat bicara. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan dirinya akan bekerja sebaik mungkin selama menjabat sebagai Pj Gubernur Jabar.

Ia memastikan tidak mungkin menghancurkan karirnya selama menjadi anggota Polri. Sehingga tidak mungkin dia akan bekerja secara sembarangan.

"Saya sudah berdinas di Polri sejak 1984 dan sekarang saya hampir di penghujung karir saya. Apa mungkin saya mau mengorbankan atau menghancurkan karir saya di Polri yang sudah dengan susah payah saya titi selama hampir 34 tahun?" ungkap Iriawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/6).

Selain itu latar belakangnya sebagai putra asli daerah Jabar juga menjadi rambu-rambu tersendiri baginya. Sebab apabila tidak bekerja dengan baik, maka nama baiknya di depan kalangan tokoh masyarakat Jabar akan rusak.

"Sebagai putra daerah (Kuningan, Jabar) apa mungkin saya mencoreng muka saya sendiri di depan para sesepuh Jabar dan rakyat Jabar? Saya juga ingin mengukir nama baik dan sukses sebagai Pj Gubernur Jabar," tegasnya.

Lebih lanjut Iwan Bule—sapaan Iriawan—mengaku tak habis pikir tentang anggapan Pilkada Jabar tidak akan netral jika dirinya menjabat sebagai Pj Gubernur. Pasalnya, di era digital seperti sekarang kabar mudah sekali tersebar.

Sehingga apabila dia melakukan tindakan di luar ketentuan yang berlaku, masyarakat akan segera tahu. Secara otomatis jika hal itu terjadi, jabatan dan karirnya yang akan menjadi taruhan.

"Bagaimana caranya saya tidak netral? Apakah dengan cara saya menggerakkan komponen yang ada di Jabar untuk memenangkan salah satu pasangan calon tertentu? Kalau itu saya lakukan, pasti akan bocor dan ramai. Sangat besar risikonya untuk jabatan dan karir saya," pungkasnya.

(ce1/sat/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up