alexametrics

Jokowi Kirim Utusan Temui Prabowo

Siap Sambung Silaturahmi Lagi
19 April 2019, 10:04:58 WIB

JawaPos.com – Joko Widodo dan Prabowo Subianto memang masih berseteru soal hasil pemilihan umum presiden (pilpres). Namun, dua capres itu sama-sama menegaskan bahwa pilpres tidak akan memutuskan hubungan silaturahmi mereka. Jokowi bahkan sudah mengirim utusan untuk mulai merajut kembali persahabatan dengan Prabowo.

“(Mengirim utusan, Red) agar saya bisa berkomunikasi atau bertemu dengan beliau (Prabowo-Sandi),” ucap Jokowi dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Selatan, kemarin (18/4). Jokowi mengatakan, kendati hasil hitung cepat yang diadakan lembaga-lembaga survei memenangkan dirinya, silaturahmi dengan paslon 02 Prabowo-Sandi tidak akan putus. Dengan demikian, rakyat bisa melihat bahwa pemilu sudah berjalan lancar, aman, dan damai.

Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya telah mendapat ucapan selamat dari beberapa kepala negara sahabat. Di antaranya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan 22 kepala negara lainnya. “Mereka memberikan ucapan atas berlangsungnya pesta demokrasi besar di negara kita,” tuturnya. Mereka juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 yang dinyatakan unggul oleh sejumlah survei.

Menurut Jokowi, lembaga survei sudah memberikan angka yang jelas terkait perolehan suara. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, 12 lembaga survei mengatakan bahwa paslon 01 memperoleh suara 54,5 persen, unggul atas Prabowo-Sandi yang meraih 45,5 persen. Quick count merupakan cara penghitungan yang ilmiah. Menurut pengalaman sebelumnya, akurasinya mencapai 99 persen, hampir sama dengan real count. Namun, Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tetap bersabar menunggu penghitungan resmi KPU. Mantan wali kota Solo itu berharap penghitungan oleh KPU bisa segera diselesaikan.

Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, mengatakan bahwa dunia internasional mengakui dan mengapresiasi pemilu serentak di Indonesia. “Ini hal yang luar biasa,” ujar dia. Pemilu kali ini merupakan pesta demokrasi yang sangat besar. Belum pernah ada sebelumnya di Indonesia, bahkan di dunia. Pengusaha muda tersebut mengatakan, partisipasi pemilih juga sangat tinggi, mencapai 80 persen. Kabar itu tentu sangat menggembirakan. Bukti bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Rakyat tidak mau ketinggalan dalam pemilu.

Terkait komunikasi dengan paslon 02 pascapemilu, Erick mengatakan bahwa pihaknya belum menjalin pembicaraan dengan Sandi yang merupakan temannya. Soal utusan yang dikirim untuk menjadi penghubung, dia mengaku tidak tahu-menahu. “Itu bukan domain saya,” kata dia.

Capres dan Cawapres No Urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di dampingi Tokoh Koalisi Adil Makmur dan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi saat membacakan Deklarasi Kemenangan Prabowo Sandi dalam Pilpres 2019 di Rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sementara itu, Prabowo kembali mengklaim kemenangannya dalam pilpres. Pernyataan itu disampaikan dengan didampingi Sandiaga Uno di teras kediaman Prabowo di Kertanegara.

Tampak juga Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Erwin Aksa, Rachmawati Soekarnoputri, dan sejumlah ulama alumni 212. Pernyataan itu disampaikan sekitar pukul 17.15 WIB, berselang 5 menit setelah kehadiran Sandi di Kertanegara.

Prabowo menyampaikan, pernyataan politiknya kali ini adalah untuk menyampaikan kemenangan. Dia menyebut hasil real count pihaknya mencapai lebih dari 60 persen. ”Pada hari ini, saya, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden RI tahun 2019-2024 berdasar penghitungan lebih dari 62 persen real count,” kata Prabowo disambut sorak-sorai dan takbir pendukung dari balik pagar.

Prabowo menyatakan, kemenangan itu dideklarasikan lebih cepat. Sebab, ada indikasi upaya memenangkan calon lain yang berbeda dari hasil real count miliknya. ”Kami punya bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai macam kecurangan, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten/kota,” ujar ketua umum Partai Gerindra tersebut.

Prabowo meminta pendukung, simpatisan, dan relawan untuk bersyukur atas kemenangan itu. ”Kami mohon kemenangan yang diperoleh jangan menjadikan jemawa dan berlebihan,” kata Prabowo. Dia menyampaikan pernyataan seperti Jokowi bahwa rantai persaudaraan yang terputus harus tersambung kembali. Prabowo juga siap menjalin persahabatan dengan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. ”Kami akan menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia, NKRI kita cintai, berdasar Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Selama pidato kemenangan tersebut, Sandi tampak diam. Sosok yang kerap tampil energik, suka menjabat tangan, dan memeluk kolega politiknya itu tampak lesu. Baru saat Prabowo mengakhiri pidato dengan takbir dan pekik merdeka masing-masing tiga kali, Sandi terlihat ikut mengacungkan salam dua jari.

Saat Prabowo mengakhiri pidato, banyak awak media yang meminta Sandi ikut menyampaikan pernyataan. Namun, Sandi bergeming. Meski dipanggil berkali-kali, Sandi hanya membalas dengan melambaikan tangan kepada awak media. Sandi pun langsung masuk ke kediaman Prabowo. Berbeda dengan Sandi, Prabowo menuju pintu pagar, menaiki sebuah tangga, serta melambaikan salam kepada simpatisan dan pendukung. Hanya beberapa saat menyapa pendukungnya, Prabowo langsung masuk ke kediamannya.

Polri Identifikasi Akun Provokatif di Medsos

Gejala negatif muncul di media sosial untuk merespons hasil quick count Pilpres 2019. Polri mendeteksi adanya peningkatan penyebaran informasi yang sarat provokasi dengan tujuan membuat kerusuhan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, biasanya hanya ada 10 hingga 15 akun yang menyebarkan provokasi. Namun, kali ini peningkatan terjadi hingga 40 persen atau lebih dari 20 akun. “Isunya juga terfokus pada satu hal, reaksi atas hasil quick count,” paparnya.

Penyebaran informasi provokatif itu terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Hingga saat ini, Polri terus memonitornya. “Ini sedang ditangani,” jelas jenderal berbintang satu tersebut.

Menurut dia, sudah terbaca bahwa tujuan penyebaran informasi provokatif itu adalah memicu keresahan di masyarakat. Khususnya terkait dengan hasil quick count pilpres. Maka, penindakan akan dilakukan secepatnya.

Langkah awal yang dilakukan adalah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan pemblokiran. “Kita minta agar akun di-take down,” paparnya.

Selanjutnya, saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) sedang mengidentifikasi akun-akun tersebut. Bila sudah teridentifikasi, proses penegakan hukum bisa dilakukan. “Penegakan hukum jalan terakhir,” jelasnya.

Apakah sudah ada pergerakan masyarakat akibat penyebaran informasi itu? Dedy menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi pimpinan Polri, seluruh jajaran polda harus tetap waspada.

Yang pasti, akan diidentifikasi setiap narasi yang muncul, apakah masuk delik pidana atau tidak. Bila masuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), hukumannya empat tahun. “Tapi, kalau sampai membuat onar, hukuman mencapai 10 tahun,” paparnya.

Dedi menjelaskan, akan dilihat hukum sebab akibatnya. Apakah informasi provokatif itu yang memicu terjadinya keonaran atau tidak. “Maka dari itu, kami harap semua bisa mengendalikan diri,” ujarnya.

Masyarakat jangan percaya begitu saja dengan informasi di media sosial. Dia mengatakan, kalau menerima informasi provokatif, masyarakat bisa segera melaporkan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lum/bay/idr/c6/c19/c10/oni/git)