alexametrics
Pilpres 2019

Demi Sahabat Sejatinya, Keponakan JK Membelot dukung Prabowo-Sandi

19 Maret 2019, 12:28:36 WIB

JawaPos.com – Kehadiran Politikus Golkar Erwin Aksa yang mengenakan seragam dari pendukung pasangan calon 02 Prabowo-Sandi dalam debat ketiga di Hotel Sultan, Minggu (17/3) lalu mengundang banyak sorotan. Melalui keterangan tertulisnya, keponakan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) itu membenarkan telah mendukung pasangan calon yang berbeda dengan arahan partainya tersebut.

 “Perlu saya sampaikan bahwa memang betul saya mendukung  Prabowo-Sandi. Pilihan saya ini saya sadari tidak sejalan dengan pilihan Partai Golkar di mana saya bernaung saat ini,” kata Erwin, Selasa (19/3).

Erwin menilai, setiap warga negara berhak memilih presiden dan wakil presiden di pemilihan presiden 2019 mendatang. Hal itu pun tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Setiap warga negara berhak untuk memilih capres dan cawapresnya sesuai dengan pilihan hati nuraninya dan hak tersebut dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Erwin mengaku pilihanya kepada Prabowo-Sandi merupakan pilihan pribadi. Karenanya, selama masa kampanye, pengusaha muda itu tidak pernah mengatasnamakan maupun menggunakan atribut partai Golkar.

Lebih lanjut, Erwin juga meminta, persoalan perbedaan pilihan tersebut harus disikapi dengan bijak dan dipandang negatif. Sebab, masyarakat harus diberi pemahaman yang baik bahwa perbedaan bukanlah permusuhan.

“Perbedaan menjadikan bangsa Indonesia lebih kaya dan lebih dewasa,” terangnya.

Erwin juga menjelaskan, alasannya sampai berani memutuskan memilih yang berbeda dengan arahan partai Golkar di pilpres. Sebagai sahabat Sandiaga Uno, Erwin juga mengaku harus berjuang bersama pasangan calon 02 dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

“Saya dan Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati, mantan Ketua Umum HIPMI dan aktif di KADIN. Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, Sandi adalah orang yang membantunya sampai akhirnya dia terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI pada Munas di Bali. Saat itu, dia menggantikan Sandi yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.

“Bagi saya, persahabatan lebih penting dari segalanya. Jangan sampai persahabatan terputus karena pilihan politik yang berbeda. Nilai-nilai persahabatan harus terus dipupuk. Karena nilai-nilai persahabatan adalah modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia,” jelasnya.

Atas dasar itu, Erwin mengaku memahami konsekuensi sanksi yang diberikan partai Golkar kepada dirinya. Sebagai kader partai, dia tidak bermaksud tidak sejalan dengan arahan partai, maupun melawan azaz parpol.

“Demi persahabatan saya dengan Sandiaga Uno. Akhirnya saya mohon maaf kepada seluruh kolega dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, dan dengan ini saya menyatakan Non Aktif dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pencapresan selesai,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim, Sabik Aji Taufan

Copy Editor :

Demi Sahabat Sejatinya, Keponakan JK Membelot dukung Prabowo-Sandi