alexametrics

Siap Jadi Capres, Cak Imin: Semua Kekuatan PKB Sedang Bergerak

19 Januari 2022, 11:15:10 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa Pilpres 2024 sangat berbeda dengan Pilpres 2019 lalu. Sebab pada Pilpres 2024 mendatang, tidak akan ada lagi calon petahana seperti yang terjadi pada Pilpres 2019 lalu.

Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon petahana. Karena itu, pada Pilpres 2024 mendatang, semua calon yang maju memiliki peluang yang sama untuk menang.

Cak Imin, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dirinya juga siap untuk maju sebagai calon presiden karena banyak pihak yang mendorongnya untuk maju sebagai capres.

“Kalau teman-teman inginnya saya jadi capres. Sekarang semua kekuatan PKB bergerak untuk capres, tapi soal ke depan bagaimana, ya itu pasti ada proses. Saya ini menjalankan perintah partai saja,” ujar Cak Imin kepada wartawan, Rabu (19/1).

Ia menuturkan, karena PKB tidak bisa mengusung calon sendiri karena terbentur aturan syarat minimal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen, maka satu-satunya langkah politik yang bisa dilakukan adalah dengan membangun koalisi bersama partai lain. Sehingga PKB terus melakukan penjajakan dengan berbagai partai lain untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres.

“Pertemuan kita dengan partai-partai hampir setiap saat di DPR, sudah memungkinkan untuk terus menjajaki,” katanya.

Kendati begitu, untuk sampai mengerucut pada koalisi pencalonan, menurut Cak Imin saat ini masih terlalu dini. “Mungkin akan mengerucut menjelang hari H atau satu bulan sebelum pendaftaran,” tuturnya lagi.

Dengan adanya syarat minimal presidential threshold sebesar 20 persen, Cak Imin menduga Pilpres 2024 akan diikuti tiga pasangan calon. Dia juga menyinggung waktu pelaksanaan Pemilu 2024 yang hingga saat ini belum diputuskan. Menurutnya, melihat kondisi yang ada dia berharap Pemilu 2024 bisa digelar pada Februari.

“Kita hampir rata-rata di DPR semua menyepakati Februari, semoga bisa disepakati Februari sehingga tidak mengganggu Ramadan dan Idul Fitri. Jadi, semua sudah tuntas sebelum Ramadan dan Idul Fitri. Kita juga ingin ada waktu yang cukup, konsekuensinya memajukan pilkada,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads