alexametrics

PKS Kukuh Tolak RUU TPKS, Jazuli Juwaini: Menimbulkan Bias Tafsir

19 Januari 2022, 09:41:30 WIB

JawaPos.com – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan sikap fraksinya yang menolak segala bentuk kejahatan seksual sehingga perlu diberikan pemberatan hukuman. Adapun kejahatan seksual itu meliputi kekerasan seksual, seks bebas, dan seks menyimpang yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, norma agama, dan adat ketimuran.

“Ketiganya merusak peradaban bangsa. Untuk itu, harus diatur secara bersamaan dalam sebuah UU yang komprehensif tentang tindak pidana kesusilaan atau tindak pidana kejahatan seksual,” ujar Jazuli kepada wartawan, Rabu (19/1).

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, pengaturan komprehensif tindak pidana kesusilaan ini penting untuk melindungi bukan hanya korban kekerasan seksual, tapi juga korban-korban kejahatan seksual lainnya akibat seks bebas dan seks menyimpang. Ia menegaskan, PKS ingin agar ketiganya diatur dalam UU khusus sebagai satu kesatuan yang saling terkait dan saling menguatkan.

Faktanya, lanjut Jazuli, baik kekerasan seksual, seks bebas, dan seks menyimpang menghasilkan korban dan korbannya adalah anak-anak, remaja, perempuan, dan orang tua keluarga Indonesia. Dalam banyak kasus, mereka yang terlibat seks bebas dan seks menyimpang kerap mengalami kekerasan seksual berupa pelecehan seksual, eksploitasi seksual, hingga pemaksanaan aborsi akibat hubungan di luar nikah, dan lain-lain.

Yang sangat menyedihkan, kasus-kasus seks bebas dan seks menyimpang serta kekerasan seksual akibat perilaku tersebut semakin marak dan meningkat dari tahun ke tahun.

“Sayangnya, RUU TPKS tidak mengakomodasi usulan pengaturan yang komprehensif tersebut, sehingga bukannya memperkuat upaya penghapusan kekerasan seksual dan perlindungan korban tetapi justru menimbulkan bias tafsir karena seks bebas dan menyimpang tidak dikenai sanksi pidana. Akibatnya upaya penghapusan terhadap segala bentuk kejahatan seksual dipastikan tidak akan efektif,” tuturnya.

Jazuli pun menuturkan agar RUU TPKS dikonstruksikan kembali. “Itu semata-mata agar RUU ini bisa menghapuskan segela bentuk kejahatan seksual yang merusak dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads