JawaPos Radar | Iklan Jitu

Makin Panas! Anak Buah SBY Meradang dan Tantang Pak Wir

18 Desember 2018, 10:43:26 WIB
Wiranto
Menkopolhukam mengungapkan, hasil investigasi di lapangan menunjukan ada miskoordinasi soal perusakan baliho. Pelakunya kader Demokrat dan PDIP. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang menyatakan perusakan baliho parpol di pekanbaru adalah kader PDIP dan Demokrat, langsung membuat anak sejumlah anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meradang.

Kepala Divisi Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, ‎pernyataan Wiranto tersebut salah dan terburu-buru. Dia harus nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak ada kader Demokrat yang melakukan perusakan baliho. 

"Yang ada saat ini kader kami justru ada indikasi akan dikriminalisasi. Saya minta Wiranto membuktikan tuduhannya, jika tidak, ini adalah fitnah dan pencemaran nama baik," ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Selasa (18/12).

Menurut Ferdinand, Wiranto itu adalah seoarang pejabat negara. Sehingga harusnya berhati hati mengeluarkan pernyataan, jangan gegabah dan buru-buru.

"Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada kader Demokrat yang melakukan perusakan baliho. Justru saat ini kader kami ada indikasi akan dikriminalisasi merusak baliho caleg PDIP," katanya.

"Ini dipaksakan kasusnya seolah terkait dengan Demokrat, padahal pelaku tidak ada hubungan dengan Demokrat dan dengan kader kami," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan bahwa terdapat oknum Partai Demokrat dan oknum PDIP terlibat dalam perusakan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau beberapa hari lalu.

Hal itu ia katakan berdasarkan laporan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengaku telah merampungkan pengusutan atas kasus tersebut. "Ternyata, memang perbuatan oleh oknum tertentu, dari partai tertentu, baik partai PDIP maupun Demokrat ada, oknum itu sudah ditangkap," kata Wiranto.

Wiranto lantas membeberkan, kedua oknum parpol itu melancarkan aksinya atas inisiatif pribadi tanpa didasari oleh kebijakan maupun instruksi partai.

Ia juga menjelaskan bahwa perbuatan itu merupakan tindakan miskoordinasi, motifnya karena pelaku berusaha melakukan tindakan tersebut untuk mendapatkan pujian pimpinan parpol.

"Mereka tidak ada perintah tidak atas kebijakan pimpinan partai politik, tapi karena ada miskoordinasi tidak mematuhi aturan dan perinah mereka melakukan inisiatif yang merugikan untuk mendapatkan pujian, tetapi tindakannya salah," katanya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini