JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Mantan 'Anjing Penjaga' SBY Sebut Prabowo Beruang Madu

18 November 2018, 06:11:43 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ruhut Sitompul
Mantan politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul meniali sikap SBY di pilpres 2019 sudah tepat. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Sikap politik Partai Demokrat di pilpres 2019 menuai polemik di masyarakat. Parpol besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang harusnya total mendukung pasangan Prabowo-Sandi itu, malah justru mengkritik.

Ruhut Sitompul yang merupakan mantan legislator fraksi Demokrat, dan pernah menyatakan sebagai anjing penjaga SBY menilai, sikap bekas partainya itu tidak lepas dari kebijakan ketua umumnya.

"Jujur saja, aku selalu mengatakan yang namanya Demokrat itu bukan dua kaki, tapi setengah hati," ujar Ruhut di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).

Seperti diketahui, para politikus PD dan Partai Gerindra terlibat polemik. Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani menyatakan SBY pernah berjanji akan turun langsung mengampanyekan Prabowo - Sandi. Namun, menurutnya, SBY hingga saat ini belum pernah mengampanyekan duet politikus Gerindra itu. SBY pun merespons pernyataan Muzani.

SBY menyatakan, dalam pilpres yang menentukan adalah calon presiden (capres). Menurutnya, capres sebagai superstar harus memiliki narasi dan gaya kampanye yang tepat.

Menurut Ruhut, SBY sudah membawa PD dalam posisi yang benar. Sebaliknya, Ruhut menyebut Prabowo dalam posisi salah. "Kalau aku lihat, SBY ini masih aku bela. Dia ini tetap benar. Yang enggak benar Pak Prabowo (seperti, red) beruang madu," ujar mantan Anggota Komisi III DPR itu.

Maksud Ruhut adalah Prabowo yang menentukan sendiri Sandiaga sebagai calon wakil presidennya. Padahal, kata politikus nyentrik itu, sebelumnya nama Sandi tidak pernah muncul dalam dalam daftar kandidat cawapres Prabowo.

Sebab, lanjutnya, lembaga survei pun tak pernah menunjukkan jajak pendapat yang memunculkan Sandiaga sebagai cawapres. Namun, Prabowo justru memilih kader Gerindra yang pernah menjadi wakil gubernur DKI itu sebagai cawapres.

"Itu yang jadi ramai. SBY tidak pernah minta AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) jadi cawapres. Tapi AHY masuk dalam nominasinya. Di ujung ternyata yang dipilih Sandi yang enggak pernah ada di survei," sambung Ruhut yang juga anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi PD Imelda Sari langsung membantah tudingan Ruhut. Menurutnya SBY mendukung penuh pasangan calon Prabowo-Sandi.

"Pak SBY meminta Pak Prabowo dan Sandi untuk fokus ke visi-misi. Itu juga sebagai ungkapan sayang beliau," tepis Imelda.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up