alexametrics

Hasto: Industri Pertahanan Kita Jauh Tertinggal dari Negara Lain

18 Oktober 2020, 23:17:03 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta para insinyur, politisi dan teknokrat Indonesia untuk bisa bersinergi mewujudkan Indonesia yang berdikari pada bidang teknologi. Hal ini demi Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi.

“Kita penting untuk menggelorakan seluruh semangat juang kita sebagai bangsa yang begitu besar, bangsa yang begitu kaya, tetapi di dalam capaian-capaian internasional kita, trennya mengalami penurunan,” kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (18/10).

Hasto lantas mencontohkan, dalam capaian teknologi 2015, Indonesia peringkat ke 99 dari 167 negara, namun dari konteks strategi kebudayaan Indonesia masih jauh.

“Termasuk industri pertahanan kita jauh tertinggal dari negara lain. Kita juga di dalam melihat dari Global Innovation Index Ranking, kita juga diurutan 85 dari 129 negara atau ketujuh di ASEAN,” ucap Hasto.

Menurut Hasto, politik industri harus mengacu pada Pancasila yang bercita-cita pada keadilan sosial. Menurutnya, keadilan sosial, demokrasi dan kemanusiaan itu sudah disuarakan oleh para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno.

“Di dalam Pancasila ini ada prinsip kesejahteraan, Bung Karno mengatakan, Indonesia merdeka seharusnya tidak ada seorang pun mengalami kemiskinan. Karena itulah kemudian Pancasila, dalam konteks berbangsa dan bernegara, diterjemahkan dalam tujuan bernegara,” ujar Hasto.

Hasto juga menuturkan, dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa merupakan amanat konstitusi terhadap negara. Budaya Indonesia, bukan saling mencaci maki satu sama yang lain, tetapi menghormati dan berpikir positif.

“Kami menyadari banyak sumber daya alam yang bisa menjadi aspek bioekonomi yang belum tergarap dengan baik. Mulai dari tanaman dan lautan yang harus dikerjakan secara inovatif menggunakan teknologi dan riset,” ujarnya.

PDI Perjuangan, lanju Hasto, sudah merekomendasikan kepada pemerintah agar menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan politik. Menurutnya, harus ada penguasaan ilmu-ilmu dasar, supremasi riset dan inovasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“APBN khusus untuk riset harus ditingkatkan supaya terjadi perubahan secara revolusioner,” tandas Hasto.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads