alexametrics

Pilih Menteri, Jokowi Diminta Fokus Telisik Rekam Jejak dan Prestasi

18 Oktober 2019, 11:44:30 WIB

JawaPos.com – Joko Widodo (Jokowi) akan kembali dilantik sebagai Presiden untuk periode keduanya pada 2 hari mendatang. Bersamaan dengan itu, tenggat waktu penyusun Kabinet Kerja Jilid II pun semakin menipis. Sehingga, Jokowi diminta memilih para menteri yang memliki prestasi dan rekam jejak bagus.

Pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyarankan agar Jokowi menggunakan sistem meritokrasi atau mempertimbangkan rekam jejak dan prestasi dalam memilih calon pembantunya di pemerintahan. Sistem tersebut akan mengantar Jokowi pada sosok-sosok yang diinginkan oleh rakyat.

“Apa yang dinginkan Presiden Jokowi untuk memilih menteri yang profesional, kompeten, memiliki integtitas dan tegas dalam mengambil keputusan merupakan harapan publik,” kata Karyono, di Jakarta, Jumat (18/10).

Dalam konteks ini, sudah semestinya, Jokowi memiliki catatan berupa rapor kinerja para menterinya. “Presidenlah yang mengetahui secara presisif rekam jejak para pembantunya. Presidenlah yang paling mengetahui mana menteri yang layak dipertahankan atau tidak,” imbuhnya.

Karyono menilai, memilih figur untuk menduduki jabatan menteri memang tidak mudah. Terlebih untuk yang dari kalangan profesional. “Kesulitannya bukan karena kekurangan stok sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi tersebut tetapi lebih karena situasi dan kondisi politik,” jelasnya.

Selama ini, jabatan menteri dipandang sebagai jabatan politis. Pandangan tersebut terlegitimasi oleh sistem politik saat ini yang mendorong terjadinya proses koalisi dalam mengusung pasangan calon presiden. Sistem politik demikian, kata Karyono, akan memengaruhi proses penyusunan kabinet pemerintahan. Karena bisa terjadi praktik monopoli oleh satu kekuatan politik tunggal yang ada dalam koalisi, bahkan oleh presiden sekalipun.

“Kita bisa menarik konklusi yang lebih substansial sebagai jalan tengah bahwa diksi menteri profesional lebih ditekankan pada kriteria dan kualifikasi yang dibutuhkan, bukan lagi dimaknai secara dikotomi kategori menteri parpol versus menteri profesional,” tuturnya.

Nadiem Makarim Dinilai Layak

CEO Go-Jek Nadiem Makarim. (dok JawaPos.com)

Presiden Jokowi menyebut akan menempatkan kalangan muda di kabinet Indonesia Kerja jilid II. Menteri muda tersebut harus mengerti manajemen, mengeksekusi program serta mampu mengikuti perubahan zaman dengan cepat. Diantara kandidat yang ada, CEO Gojek Indonesia, Nadiem Makarim layak dikedepankan. Menurut ekonom Universitas Indonesia, Fitra Faisal, Indonesia dapat meniru Malaysia dalam mengangkat Syed Syaddiq sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

“Terlebih kita memiliki banyak calon potensial dari kalangan muda yang bisa melahirkan terobosan dalam membantu mengatasi tantangan jangka pendek yang dihadapi Indonesia di bidang ekonomi. Salah satunya, Nadiem Makarim,” kata Fitra, Jum’at (18/10).

Ia menambahkan, dengan kredibilitas Nadiem dalam membangun Gojek, perusahaan rintisan yang telah menjadi Decacorn, atau punya valuasi di atas US$ 10 miliar, pria 35 tahun itu bisa diberi kepercayaan untuk beberapa bidang karena kemampuan eksekusi yang mumpuni. “Pilihannya mulai dari investasi, digital, ataupun bidang pendidikan. Tapi yang saya ingin tekankan, adalah bagaimana digitalisasi menjadi tuntutan dunia saat ini. Semua bidang akan terkait dengan digitalisasi dan juga tehnologi, makanya digital sangat penting. Menurut saya, Nadiem punya kapasitas dalam hal itu,” jelas Fitra Faisal.

Menurutnya, kabinet yang akan dibentuk Jokowi-Ma’ruf Amin akan dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mulai dari jangka pendek hingga potensi resesi yang berlanjut, serta krisis-krisis yang harus diantisipasi segera. “Oleh sebab itu, saya ingin mengarisbawahi bahwa memilih menteri yang mampu membuat deregulasi, sekaligus sebagai eksekutor itu sangat penting. Kementerian di periode kedua Jokowi harus mampu menjadi penahan akan tantangan-tantangan ke depan,” ungkapnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads