alexametrics

Gedung Kejagung Dibakar, DPR: Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi

18 September 2020, 14:24:22 WIB

JawaPos.com – Polri mengumumkan adanya usur pidana dalam kebakaran hebat yang terjadi di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu. Sejumlah politikus di parlemen pun bereaksi dan mendesak agar segera diungkap siapa dalang utamanya.

“Kami mengapresiasi langkah proses hukum penyelidikan yang dilakukan Mabes Polri dengan indikasi gedung kejaksaan ada unsur kesengajaan dibakar,” ujar legislator Syarifuddin Sudding kepada JawaPos.com, Jumat (18/9).

Oleh sebab itu politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, Polri harus bisa mencari siapa orang yang menyebabkan kebakaran tersebut. Termasuk mencari motif yang ia pembakaran itu.

“Karenanya pengusutan tersebut harus tuntas untuk mengungkap siapa yang melakukan pembakaran dan apa motif yang bersangkutan melakukan pembakaran tersebut. Serta siapa-siapa pihak yang terlibat dalam pembakaran kantor gedung kejaksaan,” katanya.

Sudding juga menuturkan, jangan sampai kasus tersebut ditutup-tutupi sehingga mengakibatkan persepsi buruk di masyarakat. Seperti gedung Kejaksaan Agung sengaja dibakar karena sedang menangani suatu kasus.

“Hal ini penting agar persepsi masyarakat dugaaan untuk menghilangkan barang bukti keterlibatan oknum aparat kejaksaan dalam kasus yang sementara ditangani kejaksaan dapat terjawab,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polri telah menyimpulkan penyebab kebakaran di gedung Kejagung RI berasal dari nyala api terbuka atau open flame. Atas dasar itu, Polri menduga adanya unsur pidana dalam kasus tersebut, sehingga proses penyelidikan dinaikan menjadi penyidikan.

“Peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan dapat dugaan peristiwa pidana,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Dugaan adanya unsur pidana ini dikuatkan berdasarkan pemeriksaan 131 orang saksi. Kemudian dilengkapi dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan enam kali dan pemeriksaan laboratorium forensik. “Kami berkomitmen sepakat untuk tidak ragu-ragu memproses siapapun yang terlibat. Jadi saya harapakan tidak ada polemik lagi,” tegas Listyo.

Saat ini penyidik masih melakukan penyidikan untuk mencari tersangka. Pemeriksaan kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai potensial suspek akan dilakukan.

Nantinya, tersangka bisa dijerat dengan 187 KUHP tentang dengan sengaja menimbulkan kebakaran atau Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan terjadinya kebakaran. Dari dua pasal tersebut, tersangka bisa dipidana di atas 5 tahun penjara, atau maksimal penjara seumur hidup apabila ada unsur membahayakan nyawa orang lain dari kebakaran yang terjadi.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads