JawaPos Radar

Soal Berita Asia Sentinel, Anak Buah Surya Paloh Malah Bilang Begini

18/09/2018, 21:07 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Johnny G Plate
Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate mengatakan, ‎tidak bisa hanya sebuah foto itu menjadi bahan rujukan dan pembenaran. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polemik pemberitaan Asia Sentinel yang dianggap Partai Demokrat telah merugikan Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus bergulir. Apalagi persoalan ini telah menyeret-nyeret Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Terlebih, Wasekjen Demokrat Rachlan Nashidik telah mengunggah foto Moeldoko bersama Lim Neumann soarang Co Fonder Asia Sentinel. Partai berlambang bintang mercy itu pun mempertanyakan keterlibatan istana.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate mengatakan, ‎tidak bisa hanya sebuah foto itu menjadi bahan rujukan. Misalnya, mantan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPD Fadli Zon yang berfoto dengan Donald Trump, lantas tiba-tiba kebijakan Indonesia berpihak ke Amerika Serikat.

"Kalau foto di mana saja bisa kan. Itu terlalu jauh dikaitkan," ujar Johnny G Plate di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Selasa (18/9).

Karena itu, anak buah Surya Paloh (SP) itu, menilai terlalu jauh apabila pemberiataan Asia Sentinel dikaitkan dengan pihak istana sebagai dalang tuduhan ke SBY. Bahkan menurutnya, lebih baik hal itu tidak perlu ditanggapi.

"Kita buang-buang energi untuk menanggapi berita-berita yang tidak punya dasar yang kualifikasinya tidak layak," tegasnya.

Lebih baik menurut Johnny, semua pihak mengurusi soal perbaikan bangsa Indonesia ke depan dengan membantu pemerintahan. Sehingga tidak terkuras habis energinya karena ikut mengomentari polemik soal SBY tersebut.

"Lebih baik kita isi dengan hal-hal lebih bermanfaat  dengan perbaikan ekonomi perbaikan masalah bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat bereaksi terkait tuduhan yang ke ketua umumnya yang juga Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam artikel Asia Sentinel menyebut SBY terlibat dalam bail-out Bank Century.

Dalam foto yang diunggah Rachlan, tampak Moeldoko menggunakan pakaian putih dengan duduk di depan. Sementara Co Funder Asia Sentinel menggunakan batik hitam di barisan belakang.

"Lim Neuman - berkacamamata, ketiga di belakang- adalah Co-Founder Asia Sentinel, blog berbasis di Hongkong yang menyebar kabar bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GenderalMoeldoko. Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY?," tulis Rachlan, Selasa (18/9).

‎Diketahui, Partai Demokrat akan melayangkan gugatan terhadap Asian Sentinel, yang diduga merupakan media berbasis di Hongkong. Dalam artikel Asian Sentinel, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai disudutkan.

Tak hanya Asian Sentinel, Demokrat juga siap menggugat wartawan penulis artikel tersebut, John Berthelsen. Dalam artikel yang ditulis John Berthelsen mengaitkan antara Bank Century dengan SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam pemberitaan itu, selama dua periode menjabat Presiden RI dari periode 2004-2014, SBY dituding melakukan pencucian uang sebesar 12 miliar dolar AS dalam bail-out Bank Century.

Namun, tak lama berselang, artikel di laman Asia Sentinel yang berjudul 'Indonesia's SBY Goverment: Vast Criminal Conspiracy', dihapus.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up