alexametrics

Ketua Fraksi PKS: Merdeka Itu Sejahtera Lahir dan Batin

18 Agustus 2019, 17:17:34 WIB

JawaPos.com – Kemerdekaan adalah hadiah atau berkah terbesar yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia. Karena itu wajib disyukuri dan diisi dengan menjaga identitasnya, serta mengokohkan persatuan dan kesatuannya.

“Itu semua agar kemerdekaan ini tidak sia-sia. Dan kemarin adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Atas nama fraksi saya ucapkan selamat. Mari kita rayakan dan syukuri,” ujar Ketua Fraksi Partai Keadalian Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini pada JawaPos.com.

Jazuli juga mengingatkan, agar negara dan pemerintah semakin fokus pada upaya membangun fundamental kesejahteraan rakyat lahir dan batin. Karena itu yang paling utama dan merupakan tujuan bernegara.

“Komponen terpenting dari suatu negara yang merdeka dan berdaulat adalah rakyatnya. Ingat merdeka itu sejahtera lahir batin,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah wajib memenuhi kebutuhan rakyat dalam sektor ekonominya, karakter nilainya, spiritualitasnya, kualitas pendidikannya, kesehatannya, sandang, pangan, dan papannya serta seluruh kebutuhan dasar lainnya.

Dalam konteks tersebut, Anggota DPR Dapil Banten ini, mengapresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi pada Sidang Bersama DPR-DPD RI tanggal 16 Agustus kemarin, yang mengambarkan tantangan kemajuan bangsa ke depan, termasuk berbagai rencana dan penyikapannya.

Hanya saja, Jazuli memberi catatan agar jangan menggebu bicara kemajuan tapi lupa membangun fundamental kesejahteraan rakyat. Bicara kompetisi tapi lupa memberdayakan potensi anak bangsa. Bicara persaingan ekonomi tapi lupa memproteksi komoditas bangsa sendiri dan membekali mereka dengan kemampuan bersaing. Bicara investasi tapi mempersulit dan tidak memfasilitasi pengusaha lokal-nasional.

“Bicara pembangunan tapi memupuk utang yang harus ditanggung genarasi penerus, ini harus dicari solusinya,” ungkapnya.

Untuk itu, Jazuli memberi saran pada momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ini untuk fokus bagaimana memperkuat fundamental kesejahteraan rakyat.

“Hal ini bukan berarti tantangan kemajuan tidak penting untuk disiapkan tapi kita paham di mana kita berdiri, posisi kita saat ini, apa yang sudah kita lakukan, yang belum atau bahkan kita lupa ntuk menyejahterakan rakyat Indonesia,” paparnya.

 

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads