alexametrics

70,9 Persen Masyarakat Merasa Ekonominya Memburuk Akibat Pandemi Covid

18 Juli 2021, 17:51:55 WIB

JawaPos.com – Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan 70,9 persen masyarakat merasakan kehidupannya menjadi lebih buruk karena pengaruh ekonomi wabah Covid-19. Survei ini dilakukan setelah lebih dari satu tahun wabah Covid-19 melanda Indonesia.

“Mayoritas 70,9 persen merasa sangat/cukup besar kemungkinan kehidupannya menjadi lebih buruk karena pengaruh ekonomi wabah Covid-19,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam keterangannya, Minggu (18/7).

Selain itu, dalam temuan LSI, 95,8 persen masyarakat Indonesia merasa Covid-19 sangat mengancam ekonomi Indonesia. Bahkan 92 persen merasa Covid-19 juga sangat mengancam kesehatan warga Indonesia.

Djayadi pun menuturkan, sekitar 40,5 persen masyarakat merasa cukup besar kemungkinan dirinya tertular virus Covid-19. Sedangkang yang merasa cukup atau sangat kecil kemungkinan terpapar Covid-19 sebesar 33.6 persen.

“Sedangkan yang menjawab antara besar dan kecil sekitar 21,6 persen,” ungkap Djayadi.

Hasil survei LSI juga menunjukkan, sebanyak 66,5 persen masyarakat merasa sangat atau cukup tahu tentang virus korona. Dia tak memungkiri, dalam enam bulan terakhir, jumlah ini mengalami peningkatan.

Dalam situasi pembatasan sosial yang luas diterapkan di hampir seluruh wilayah Indonesia, lanjut Djayadi, sulit untuk mengetahui secara cepat dinamika persepsi publik atas isu-isu mutakhir dengan mengandalkan survei tatap muka langsung dengan responden.

Baca Juga: Ini Sanksi Pidana Bagi Pelanggar PPKM Darurat

“Oleh karena itu, survei menggunakan kontak telepon kepada responden adalah cara yang paling mungkin dilakukan. Sampel sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021,” papar Djayadi.

Terlebih sebanyak 296.982 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia, pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang tiga tahun terakhir. Secara rata-rata, sekitar 71 peraen di antaranya memiliki nomor telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelpon sebanyak 7.477 data, dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.200 responden.

“Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan margin of error atau MoE sekitar kurang lebih 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsiona,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah mengadakan survei nasional menggunakan telpon pada tanggal 20 – 25 Juni, 2021 lalu.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads