alexametrics

Kedua Capres-Cawapres Sepakat Tunggu Penghitungan KPU

Prabowo-Sandi Klaim Capai 62 Persen, Quick Count Unggulkan Jokowi-Ma'ruf
18 April 2019, 10:10:25 WIB

JawaPos.com – Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menyatakan bahwa perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski demikian, kedua kubu sama-sama menunggu hasil penghitungan resmi oleh KPU.

Menyampaikan pernyataan seusai memantau hitung cepat (quick count), Jokowi memilih tidak ingin mengumbar kemenangan. Dia lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP yang sudah bekerja dengan baik.

“Sehingga pemilu berjalan dengan jujur dan adil,” katanya setelah nonton bareng hasil hitung cepat di Jakarta Theater kemarin (17/3). Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan dan ketertiban sehingga coblosan berjalan lancar.

Presiden Jokowi saat mencoblos di Pemilu 2019, Rabu (17/4). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Capres incumbent itu menyatakan, jika melihat quick count dan exit poll, hasil pilpres sudah bisa diketahui. Namun, dia akan tetap menunggu hasil penghitungan resmi KPU. “Kami akan bersabar menunggu,” ujar ayah tiga anak itu. Jokowi mengajak rakyat Indonesia kembali menjalin kerukunan dan persaudaraan setelah melewati pemilu yang menegangkan serta menguras energi.

Erick Thohir, ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, menambahkan, pemilu sudah dilaksanakan dengan jujur, adil, dan transparan. Menurut dia, tidak ada intervensi dalam penyelenggaraan pemilu. “Saya rasa ini adalah sebuah pesta untuk kita semua,” ungkapnya.

Jika melihat hasil hitung cepat dan exit poll, kata dia, paslon 01 sudah jelas menang. Pihaknya tentu akan mengawal suara sampai penghitungan resmi dilakukan KPU.

Tanda-tanda kemenangan itu sudah terlihat saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 13 April lalu. Yaitu, ketika rakyat berbondong-bondong ke GBK. Dia tidak pernah melihat kampanye sebesar itu. Hal tersebut membuktikan bahwa rakyat mendukung Jokowi.

Setelah ini, kata Erick, pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk merajut persatuan dan kesatuan. Rakyat Indonesia tidak boleh terus-menerus terpecah gara-gara pemilu. “Harus segera dilakukan konsolidasi,” tegas bos Mahaka Group itu. Setelah pemilu, hari ini Jokowi langsung menggelar rapat terbatas. Jadi, mantan wali kota Solo itu tidak mau berleha-leha.

Capres 02 Prabowo Subianto menggelar pidato merespons hasil perolehan suara di Pemilu 2019. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Abdul Kadir Karding, wakil ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal perolehan suara paslon petahana. Sudah jelas, kata dia, Jokowi-Ma’ruf menang sehingga suaranya harus dijaga. Mayoritas lembaga survei mengunggulkan paslon 01 pada pemilu kali ini. Rata-rata suara Jokowi-Ma’ruf berada di angka lebih dari 55 persen.

Politikus PKB itu menyatakan, selisih suara dengan penantang, Prabowo-Sandi, sekitar 10 persen. Angka itu tidak kecil. Menurut dia, 10 persen tersebut jika dihitung suara mencapai 19 juta suara. “Angka itu cukup besar.”

Terkait dengan klaim paslon 02 yang menyatakan unggul dari paslon 01, Karding menyatakan bahwa sejak awal BPN selalu main klaim. Pihaknya tidak terlalu serius menanggapinya. “Biarkan saja. Kita nikmati saja,” katanya. Yang jelas, Jokowi-Ma’ruf menang. Meski demikian, pihaknya tidak akan menunjukkan euforia berlebihan.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sepakat dengan apa yang disampaikan Jokowi. Dia juga akan menunggu hasil resmi dari KPU. Mega sudah mengeluarkan instruksi harian agar tidak ada yang mengeluarkan hasil yang belum fixed. “Kecuali apa yang dikeluarkan KPU,” tegasnya saat konferensi pers di kediamannya, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Mega juga mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang telah menginstruksi para pendukungnya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi. “Jadi, itulah demokrasi Indonesia,” katanya. “Kita boleh berbeda, tapi kita tetap merupakan warga bangsa,” tambah Mega.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung pasangan 01. Mega berharap hasil yang disampaikan KPU nanti sama dengan hasil hitung cepat yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf. “Sehingga Pak Jokowi bisa meneruskan tugasnya sebagai presiden,” tuturnya.

Cawapres Ma’ruf Amin bersama istri saat mencoblos di TPS, Jakarta, Rabu (17/4). (Jawa Pos Photo)

Di tempat terpisah, calon presiden Prabowo Subianto memberikan respons yang berbeda atas hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Dia tetap merasa sebagai pemenang pilpres.

Sekitar pukul 16.50, Prabowo yang memantau hasil hitung cepat dari kediamannya di Kertanegara akhirnya keluar menyapa simpatisan dan pendukungnya. Bersama sejumlah pengurus partai koalisi, dia menyampaikan pandangannya mengenai proses pemungutan suara yang sudah berjalan sampai sore.

“Kita prihatin, dari tadi malam banyak kejadian yang merugikan pendukung 02. Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11.00, banyak pendukung kita tidak dapat undangan, dan sebagainya. Belum lagi yang ditemukan surat suara dicoblos 01,” ungkapnya. Prabowo menyampaikan pernyataan tanpa didampingi Sandi yang tengah memantau rekapitulasi suara di lokasi lain.

Menurut dia, hasil penghitungan internal koalisinya justru memenangkan dirinya. Prabowo menyebutkan, hasil exit poll menunjukkan bahwa dirinya bersama Sandi menang 55 persen, sedangkan hasil hitung cepat menunjukkan paslon 02 menang 52 persen. “Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kami kalah,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo meminta para pendukung, relawan, dan saksi untuk mengawal proses penghitungan suara. Dia meminta para pendukungnya menjaga TPS-TPS. Dia juga memerintah pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan anarkistis yang justru merugikan pasangan 02.

“Saudara sekalian jangan terpancing. Awasi TPS, amankan C1, dan jaga di kecamatan jangan lengah. Saya imbau pendukung saya semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk lakukan tindakan anarkis,” tegasnya.

Sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam, Prabowo kembali menyampaikan pernyataan politiknya tanpa didampingi Sandi. Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru rekapitulasi yang dilakukan internal Koalisi Adil Makmur. Prabowo menyebutkan, sudah dilakukan rekapitulasi di 320 ribu TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. “Hasil real count, kita di posisi 62 persen dari 320 ribu TPS,” kata Prabowo disambut sorak-sorai simpatisan dan pendukungnya.

Menurut Prabowo, angka tersebut merupakan rekapitulasi suara per malam kemarin. Jika ada penurunan atau penambahan persentase, perubahannya tidak akan bergeser di kisaran 1 persen. “Ini diyakinkan ahli-ahli statistik tidak berubah banyak,” klaim Prabowo.

Dia meyakini hasil itu menunjukkan kemenangan dirinya bersama Sandi. Dia kembali meminta para simpatisan dan pendukungnya tidak terpancing untuk melakukan aksi anarkistis ataupun melawan hukum. “Kita tidak akan gunakan cara-cara melawan hukum karena kita sudah menang. Ini kemenangan rakyat Indonesia. Saya akan jadi presiden untuk seluruh rakyat Indonesia,” seru Prabowo.

Prabowo tidak didampingi sejumlah pimpinan partai koalisi. Mayoritas yang terlihat hanya pengurus Partai Gerindra. Beberapa pimpinan koalisi yang terlihat adalah Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, serta Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Cawapres 02 Sandiaga Uno dan istrinya Nur Asia Uno setelah mencoblos di TPS 002. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

Tak terlihat nama-nama seperti Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono maupun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Presiden PKS Sohibul Iman sempat terlihat pada sore, tetapi meninggalkan kediaman Prabowo sekitar pukul 19.00 WIB.

Lantas, ke mana Sandiaga Uno? “Pak Sandi sedang di rumah, merumuskan pernyataan,” kata Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi. Sandi dijadwalkan memberikan pernyataan pada sore, sekitar setengah jam setelah pernyataan politik Prabowo. Namun, hingga pukul 21.30, Sandi tetap tidak terlihat.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lum/bay/c5/c19/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua