alexametrics

Prabowo Menteri Berkinerja Terbaik, PAN: Tak Sia-sia Gabung Pemerintah

18 Februari 2020, 14:14:52 WIB

JawaPos.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai sebagai menteri dengan kinerja paling baik. Penilaian tersebut berdasarkan survei Indo Barometer.

Melihat hasil survei tersebut, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai, Prabowo memang layak mendapatkan gelar tersebut. Namun selain itu Yandri juga melihat penilaian positif ini dikarenakan Gerindra mau bergabung dengan pemerintah.

‎”Ya, saya kira bagus. Artinya Pak Prabowo bergabung dengan Pak Jokowi itu kan enggak sia-sia. Harapan masyarakat menjadi terjawab,” ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/2).

Yandri mengatakan, Prabowo memang menunjukkan kapasitasnya, misalnya dalam memperkuat alutsista Indonesia. “Kemudian koordinasi di antara angkatan lalu komunikasi dengan negara-negara tetangga. Itu sudah dilakukan semua. Dan itu tentu di bawah arahan Pak Presiden,” tuturnya.

Dia juga melihat, penilaian bahwa Prabowo lebih populer dibandingkan menteri lain, dikarenakan mantan Danjen Kopassus itu adalah salah satu kontestan di Pilpres. “Ya, mungkin salah satu faktor yang paling menentukan adalah dia mantan capres. Dia dikenal baik, dikenal secara hampir seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua Komisi VIII DPR ini.

“Kemudian kemunculan sewaktu jadi Menhan juga sangat bombastis, sangat sensasional,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari melaporkan, hasil survei mereka menunjukkan Prabowo adalah menteri yang paling dikenal publik (18,4 persen responden). Berturut-turut setelahnya yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (10,6 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (8,2 persen), dan Menko Polhukam Mahfud DM (7,9 persen).

Adapun total responden dalam survei ini sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara multistage random sampling. Survei ini digelar pada 9-15 Januari 2020.

Survei ini dilakukan Indo Barometer jelang 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Responden terdiri dari warga negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih, yaitu minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.

Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei tersebut sebesar kurang lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads