alexametrics

‎Kepuasan Publik Rendah, Nasdem Bela Ma’ruf Amin Soal Gayanya

18 Februari 2020, 10:45:03 WIB

JawaPos.com – Tingkat kepusaan masyarakat terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin masih sangat rendah. Hal ini berbanding terbalik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPP Nasdem Charles Meikiansyah‎ menyambut positif penilaian terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hal ini karena bisa dijadikan evaluasi untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya.

“Kalau ada penilaian publik yang disampaikan Indo Barometer, itu mungkin dalam satu sisi adalah sebuah evaluasi yang harus dilihat secara positif saja,”‎ ujar Charles kepada wartawan, Jakarta, Selasa (18/2).

Namun demikian, Charles mengatakan setiap orang punya gaya yang berbeda-beda. Mungkin saya Ma’ruf Amin memiliki gaya yang tidak ingin terpublikasi oleh yang lain.

“Mungkin kan kalau dalam bahasa orang itu kan kadang-kadang kan langgam (gaya) orang kan beda-beda, gaya style juga berbeda,” katanya.

Charles berujar Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah pasangan yang serasi. Karena mereka beruda kompak. Misalnya saja Ma’ruf Amin yang fokus mengurusi radikalisme dan ekonomi kerakyatan di pesantren.

“Adalah pasangan yang serasi, yang soft dalam bidang-bidang masalah terorisme, lalu ekonomi kerakyatan yang berbasis pondok pesanteran dan lain lain. Kiai Ma’ruf hadir di sana,” ungkapnya.

Adapun, dalam survei Indo Barometer menyatakan tingkat kepuasan masyarakat antara Jokowi dan Ma’ruf Amin cukup jomplang. Dari 1.200 responden yang disurvei, sekitar 49,6 persen publik puas dengan kinerja Ma’ruf. Sedangkan 37,5 persen tidak puas, dan 12,9 persen tidak menjawab. Sedangkan 70,1 persen publik puas dengan kinerja Presiden Jokowi, 27,4 persen tidak puas, dan 2,6 persen menyatakan tidak menjawab.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 9-15 Januari 2020. Survei melibatkan 1.200 responden yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sebesar ± 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads