alexametrics

Ipang Wahid: Jangan-jangan Prabowo Tak Paham Ekonomi Digital

18 Februari 2019, 12:39:52 WIB

JawaPos.com – Pemahaman Prabowo Subianto terhadap ekonomi digital patut dipertanyakan pasca debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Minggu (17/2). Pasalnya, dalam debat tersebut, capres nomor urut 02 tersebut tidak memahami makna unicorn, istilah yang digunakan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari USD 1 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Ipang Wahid mengatakan, jawaban Prabowo tersebut jelas di luar konteks persoalan. Munculnya startup unicorn tidak ada kaitannya dengan mempercepat uang lari dalam negeri ke luar negeri.

“Justru startup unicorn ini menarik investasi dari venture capital di luar negeri untuk masuk ke Indonesia. Pak Prabowo sepertinya tidak tahu apa itu unicorn,” ujar Ipang dalam ketarangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (18/2).

Padahal, kata Ipang, dari tujuh unicorn dari Asia Tenggara, empat di antaranya dari Indonesia. Yakni, Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. “Tiga startup lainnya seperti SEA, Grab, dan Revolution Precrafted tak mungkin jadi unicorn kalau tidak karena Indonesia,” kata Ipang yang juga ketua kelompok kerja industri kreatif di Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) tersebut.

Ipang menyayangkan Prabowo tidak bisa memahami unicorn, Sebab, bisnis startup yang banyak digawangi anak-anak milenial kini justru berlomba-lomba untuk menjadi unicorn. Mereka bermimpi menciptakan bisnis rintisan yang memiliki nilai valuasi besar.

Apalagi, kata Ipang, menyambut revolusi industri 4.0 dan bonus demografi yang segera datang, industri kreatif bakal jadi tumpuan ekonomi nasional. Sejak beberapa tahun terakhir, peta jalan sudah dibuat. Sejumlah kementerian bahkan sudah melakukan langkah-langkah konkret dalam rangka penyiapan infrastruktur dan SDM menghadapi perkembangan tersebut.

“Ketidakpahaman Pak Prabowo terhadap unicorn membuat saya khawatir, jangan-jangan beliau tidak paham perkembangan ekonomi digital. Ini fatal,” ungkapnya.

Untuk memimpin negara sebesar Indonesia, pemahaman terhadap industri baru seperti ekonomi kreatif dan revolusi industri 4.0 sangat penting. Alasannya, hal ini terkait ekonomi nasional sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.

Sebelumnya, capres nomor urut 01 Jokowi mempertanyakan bagaimana pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam membangun untuk mendukung perusahaan start up (perintis) yang asetnya diatas Rp 1 triliun atau unicorn milik Indonesia untuk dapat bersaing secara global.

Namun, Prabowo terlihat sempat kebingungan mencerna apa yang dimaksud oleh Joko Widodo.

“Unicorn? Apakah maksud Bapak yang online-online itu?” kata Prabowo bertanya balik kepada Jokowi.

Padahal, Jokowi bertanya kepada Prabowo infrastruktur yang akan dibangun Prabowo untuk mempercepat munculnya startup unicorn.

“Jadi kalau ada unicorn-unicorn. Ada teknologi hebat, saya khawatir mempercepat uang kita lari ke luar negeri. Kalau kita tidak hati-hati dengan antusiasme untuk internet, e-commerce, e ini, e itu, saya khawatir ini bisa mempercepat uang lari dari dalam negeri ke luar negeri,” tutur Prabowo.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ipang Wahid: Jangan-jangan Prabowo Tak Paham Ekonomi Digital