JawaPos Radar

Pertahankan Airlangga di Kabinet, Janji Jokowi Akan Ditagih Rakyat

18/01/2018, 13:09 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pertahankan Airlangga di Kabinet, Janji Jokowi Akan Ditagih Rakyat
Presiden Jokowi (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Reshuffle Kabinet Kerja jilid III yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan pertanyaan besar dari publik. Pasalnya di awal kepemimpinannya mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa pembantunya tidak boleh rangkap jabatan dalam menjalankan tugas.

Sementara, di reshuffle Rabu (19/1) ada dua menteri yang berada di posisi strategis di partai politik (parpol), yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Menteri Sosial Idrus Marham juga masih berstatuskan Sekjen Partai Golkar.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berpendapat ada keanehan dalam kebijakan Presiden Jokowi yang merombak struktur pembantunya. Padahal dari sang preiden itu tidak inginnya ada rangkap jabatan pada menteri dan kepala lemabaga negara setingkat menteri.

Pertahankan Airlangga di Kabinet, Janji Jokowi Akan Ditagih Rakyat
Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto (Miftahulhayat/Jawa Pos)

"Apa yang disampaikan Pak Jokowi dari awal bahwa ditegaskan tidak boleh rangkap jabatan, tapi publik tahu kalau reshuffle adalah hak prerogatif presiden," ujar Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Kami (18/1).

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, jika alasannya mempertahankan Airlangga Hartarto karena kinerjanya bagus, maka itu dipersilakan kepada masyarakat yang menilai.

Mantan Ketua MPR itu mengingatkan, 2018 ini adalah tahun politik. Masyarakat akan lebih nyinyir dan menagih janji presidennya. "Sikap rakyat nanti akan terlihat pada waktu pilpres, nanti rakyat akan menagih," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet. Di antaranya, Sekretaris Jenderal ‎Partai Golkar Idrus Marham diplot menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Jenderal (Purn) Moeldoko menggantikan Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kantor Presiden. Agum Gumelar dilantik menjadi anggota Wantimpres menggantikan Hasyim Muzadi yang wafat beberapa waktu lalu.

‎Sementara dalam reshuffle tersebut tidak ada nama nama Airlangga Hartarto. Padahal dia sejatinya merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Presiden Jokowi tetap mempercayakannya menjadi Menteri Perindustrian.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up