JawaPos Radar | Iklan Jitu

Lima Arahan Megawati ke Kader PDIP untuk Pilpres

17 November 2018, 11:49:44 WIB | Editor: Kuswandi
Megawati
Megawati Soekarno Putri saat memberikan sambutan dalam sebuah acara beberapa waktu lalu (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan safari kebangsaan untuk mengecek pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan menggunakan bus. Dalam kunjungannya itu di ‎DPC PDIP Kabupaten Bekasi dan DPD PDIP Jawa Barat , Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan perintah harian ketua umumnya Megawati Soekarnoputri kepada para seluruh kader.

Hasto mengatakan, perintah harian itu demi tanggung jawab untuk mengemban kepercayaan dan amanat rakyat, mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Pertama, selalu berjuang menjaga dan membumikan Pancasila, UUD 45, NKRI dan kebhinekaan Indonesia dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (17/11).

Kedua, berjuang dengan sepenuh hati memenangkan PDIP dan pasangan Jokowi-Maruf Amin dalam pileg dan pilpres yang dilakukan serentak nasional pada 17 April 2019 mendatang.

"Ketiga, terus meningkatkan kerja sama, soliditas, dan kekompakan tiga pilar partai," katanya.

Keempat, mengedepankan strategi gotong royong sebagai manifestasi ideologi partai dalam perjuangan memenangkan pileg maupun pilpres serentak nasional 2019.

Kelima, menjaga martabat partai dan mengedepankan kepentingan partai di atas kepentingan individu maupun kelompok. Perintah harian itu ditandatangani Megawati 15 November 2019.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, dengan memenangkan pileg dan pilpres, terlebih dengan dukungan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK), maka pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak hanya kuat karena mendapat dukungan dan legitimasi rakyat.

"Tapi juga kuat karena dukungan mayoritas parlemen. Dengan demikian stabilitas pemerintahan, kecepatan melaksanakan pembangunan jauh lebih hebat dari empat tahun yang sudah dilakukan Presiden Jokowi," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pengalaman pasca Pilpres 2014, Jokowi-Jusuf Kalla butuh waktu satu tahun untuk konsolidasi. Karena itu, ke depan dengan dukungan rakyat dan parlemen yang kuat, maka kepemimpinan Jokowi bisa diteruskan lebih baik demi rakyat.

Hasto menegaskan, partai-partai yang tergabung dalam koalisi punya tanggung jawab melaksanakan keputusan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang merekomendasikan setiap KIK wajib menggerakkan teritorialnya bagi kemenangan pasangan calon nomor urut 01.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up