alexametrics
Pilpres 2019

PDIP Anggap Pernyataan Mahfud MD sebagai Kampanye Negatif

17 Agustus 2018, 11:20:52 WIB

JawaPos.com – Setelah gagal mandampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Mahfud MD kemudian mengungkapkan kronologi dirinya ‘ditendang’ dari posisi itu, hingga Rais Aam Ma’ruf Amin yang dipilih menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko mengatakan, langkah yang ditunjukkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu lumrah. 

Anggota Komisi II DPR RI itu menilai, pernyataan Mahfud hanya sebatas ungkapan kekecewaan atas kegagalannya mendampingi Jokowi. Ia pun enggan mempersoalkan tingkah Mahfud selama tudingan itu tidak mengandung fitnah.

“Itu biasa, nyalon partai gagal, nyalon DPR gagal, biasa. Sejauh tidak fitnah,” ujar Budiman do Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (16/8).

Meski demikian, Budiman menolak menyimpulkan pernyataan Mahfud merupakan fakta atau hanya sebatas omong kosong. Ia mengaku bukan kapasitasnya menilai itu.

“Saya tidak dalam pertimbangan itu (menilai itu fakta atau bukan), tapi kalau berani mengatakan itu ada faktual, tapi apakah haram di situ? Ada suatu hukum yang dilanggar di situ? Enggak. Beda kalau sogok-menyogok,” lanjutnya.

Lebih jauh Budiman menegaskan, yang dilakukan oleh Mahfud tidak melanggar hukum, sehingga tidak perlu dipersoalkan. Bahkan ia lebih menganggap pernyataan tersebut bagian dari kampanye negatif (negative campaign).

“Itu namanya negative campaign, yang nggak boleh itu black campaign berbasis fitnah. Justru yang akan dapat keuntungan rakyat bisa tahu sejauh tidak menyangkut mahar-maharan,” tandasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/sat/JPC)



Close Ads
PDIP Anggap Pernyataan Mahfud MD sebagai Kampanye Negatif