alexametrics

7 Sikap MUI Jelang Penetapan Pemenang Pilpres, Salah Satunya Soal People Power

17 Mei 2019, 19:36:07 WIB

JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap menjelang penetapan Pemilu 2019 ini. Ini dikeluarkan supaya tidak ada gesekan yang berpotensi konfik.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, sebagai wadah berhimpun para ulama dan cendekiawan muslim. MUI memiliki tanggung jawab dalam menjaga, melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari berbagai gerakan yang bisa mengancam kedaulatan NKRI.

Zainut mengatakan, sikap pertama adalah‎ mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi dengan dilandasi semangat persaudaraan (ukhuwah) sejati sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalarn keagamaan dan kebangsaan,” ujar Zainut dalam konfrensi pers di Kantor MUI, Jakarta, Jumat (17/5).

Sikap kedua, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan people power. Karena hal tersebut akan membawa kerusakan yang sangat besar dan mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Ketiga, meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan tahapan Pemilu sesuai dengan amanat UU dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, transparan dan profesional.

“Sehingga semua pihak dapat menerima hasil Pemilu semai dengan pllihan dan aspirasi politiknya,” katanya.

Keempat, MUI meminta kepada para peserta pemilu untuk menempuh jalur hukum apabila hasil di hajatan serentak itu ada kecurangan dan dugaan pelanggaran lainnya. Karena jalur hukum merupakan pilihan bagi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai demoknsi dan konstitusi serta paling ringan tingkat mudaratnya.

Sikap kelima, Zainut mengatakan, MUI meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk menaati kumitmen bersama yaitu enerima hasil Pemilu dengan semangat siap kalah dan siap menang.

“Bagi pasangan calon yang menang diminta untuk tidak mengungkapkan ekspresi kemenangan secara berlebihan, dan bagi pasangan yang kalah diminta untuk menerima dengan sabar dan lapang dada,” ungkapnya.

Keenam, ujar Zainut, kepada elite pilitik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media massa diharapkan dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Ikut serta membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.

Terakhir, MUI berharap aparat kepolisian diminta untuk bertindak tegas. adil, transparan dan profesional. Penegakan hukum harus dilakukan kepada siapa pun tanpa membedakan status dan lnedudulan sosialnya.

“Sehingga masyarakat mendapat jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam munaikan hak-hak konstitusiunalnya,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads