alexametrics

Prabowo Minta Pendukungnya Tak Percayai Hasil Quick Count Lembaga Survei

17 April 2019, 18:33:43 WIB

JawaPos.com – Usai tidak diunggulkan dalam hasil hitung cepat alias quick count di sejumlah lembaga survei, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara di kediamannya, Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (17/4). Jenderal berjuluk 08 itu meminta pendukungnya untuk tidak memercayai hasil quick count.

Dalam paparannya, Prabowo meminta para pendukungnya untuk menunggu terlebih dahulu hasil hitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, dari hasil hitungan exil poll internalnya, pihaknya mengklaim unggul dari pasangan calon petahana Jokowi-Ma’ruf di pilpres.

“Saya tegaskan di sini kepada rakyat Indonesia bahwa ada upaya-upaya dari lembaga-lembaga survei tertentu yang telah diketahui bekerja di satu pihak untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah,” kata Prabowo dalam orasinya.

Berdasarkan exit poll internalnya, Prabowo mengklaim telah unggul sebesar 55,4 persen suara. Jajak pendapat ini dilakukan pada 5.000 TPS yang berada di seluruh Indonesia.

“Kita menang juga menang hasil quick count 52,2 persen,” terangnya.

Di sisi lain, Prabowo mengeluhkan adanya kejadian-kejadian yang merugikan paslon nomor urut 02 dalam pemungutan suara di TPS. Dia mencatat, telah mengumpulkan fakta ditemukannya surat suara yang tidak sampai, surat suara yang sudah tercoblos, dan pendukungnya yang tidak mendapat undangan mencoblos.

Ketiga hal tersebut yang dianggap merugikan pasangan calon nomor urut 02. Karenanya, Prabowo meminta pendukungnya untuk tetap mengawal suara pemilu hingga ke tingkat kecamatan. “Mohon semua relawan untuk mengawal kemenangan di semua TPS dan kecamatan,” tuturnya.

Di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan pendukungnya untuk tidak terprovokasi dengan adanya hasil pemilu tersebut. Dia mengimbau para pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan yang anarkistis.

“Saya mengimbau pendukung saya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkistis, tindakan di luar hukum, dan tindakan kekerasan apa pun. Tetap fokus mengawal kotak suara, karena kotak-kotak itu kunci kemenangan kita agar kebohongan-kebohongan yang telah dilakukan bisa dilawan,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa hasil hitung cepat alias quick count lembaga survei memang tidak menempatkan Prabowo-Sandi dalam posisi yang menguntungkan. Dari lebih dari 80 persen suara yang masuk, Jokowi-Ma’ruf masih unggul atas paslon oposisi tersebut.

Pada hasil quick count Litbang Kompas, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan suara 54,18 persen sedangkan Prabowo-Sandi hanya 45,82 persen. Di sisi lain, hasil quick count Indo Barometer menunjukkan perolehan suara sebesar 53,85 persen untuk Jokowi-Ma’ruf dan 46,15 persen untuk Prabowo-Sandi.

Selanjutnya, Indikator Politik Indonesia juga menghasilkan angka survei yang tak begitu jauh. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf memperoleh sebesar 54,31 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 45,69 persen. Begitu pula hasil quick count Poltracking yang menunjukkan angka 54,74 persen untuk Jokowi-Ma’ruf dan 45,26 persen untuk Prabowo-Sandi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Igman Ibrahim

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Lihat Semua