JawaPos Radar

Disebut PKS Kekurangan Logistik, Begini Respons Fadli Zon

17/04/2018, 15:26 WIB | Editor: Kuswandi
Fadli Zon
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menyebutkan bahwa saat ini logistik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk maju kembali di pemilihan presiden 2019 sudah sangat terbatas. Alasannya, dana pencalonan mantan Danjen Kopassus itu disebut telah terkuras pada pilpres 2014 lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, pihaknya menampik bahwa sang komandonya itu disebut telah kehabisan logistik pada pilpres 2019 mendatang. Dirinya pun menyebut persoalan logistik dinilainya sangat relatif, apalagi saat ini pemilihan presiden dilaksanakan dengan pemilu legislatif.

"Bagaimana tahu, kan itu cerita 2014, sekarang 2018 udah beda berapa tahun, jadi saya kira soal logistik tak ada masalah,"
kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (17/4).

Menurut Fadli, saat ini partai berlambang burung Garuda itu justru lebih memiliki logistik yang lebih kuat daripada pemilu 2014 lalu. Sebab, saat ini kursi legislatif yang didapatkan oleh partai Gerindra dinilainya telah bertambah berkali lipat dari sebelumnya.

"Kalau dulu 26 kursi. sekarang kan 73 kursi ditambah dengan 2000 lebih dari anggota DPR provinsi dan kabupaten kota, jadi kita bukan semakin kurang logistiknya tetapi semakin kuat, karena Gerindra kan makin banyak anggotanya, kalau kita melakukan gotong royong dan kontribusi kan semakin besar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadli menambahkan, keseluruhan anggota legislatif yang diwakili dari partai Gerindra pun dinilainya akan bersedia menjadi juru kampanye dan menyediakan saksi-saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Dirinya pun menyebut seluruh kader telah solid mendukung pencalonan Prabowo Subianto.

"Artinya semua itu orang-orang yang berada di garis depan perjuangan partai Gerindra di pileg maupun pilpres," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up