alexametrics

Janji Perbaiki Layanan Kesehatan, Sandi: Negara Tidak Boleh Pelit

17 Maret 2019, 21:37:29 WIB

JawaPos.com – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bercerita kisah Lies, salah satu masyarakat yang mengeluhkan soal pengobatannya tidak ditanggung BPJS. Menurutnya, kasus ini tidak boleh lagi terjadi di negara yang tengah merambak menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia.

Kritik ini disampaikan oleh Sandi dalam pembukaan debat ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) malam. Adapun kisah Lies didapatkan Sandi ketika sedang berkampanye dalam tujuh bulan terakhir.

“Kisah yang dihadapi Ibu Lies, dimana program pengobatannya harus terhenti dan pengobatan tidak dicover (ditanggung) BPJS. Apalagi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar nomor 5 dunia,” kata Sandi.

Untuk solusi masalah tersebut, Sandi mengaku tetap bakal melanjutkan program BPJS dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Akan tetapi, untuk menghadapi masalah anggaran, pihaknya akan memanggil sosok yang berkompeten untuk menghitung bersama terkait defisit BPJS.

“Hitung jumlahnya berapa. Negara tidak boleh absen dan pelit. Kita berikan layanan kesehatan yang prima, obat-obatan, pelayanan medis harus dibayar tepat waktu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sandi menuturkan, pihaknya juga akan membenahi sistem rujukan pada pelayanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, pelayanan kesehatan saat ini masih sangat berbelit-belit dan lambat.

“Jangan sampai antrean mengekor-ngekor karena pengelolaan yang belum sempurna. Di bawah Prabowo-Sandi, kami pasti melihat pola rujukan yang lebih melihat pelayanan kesehatan. Agar mereka tidak menuggu berjam jam karena sistem rujukan berbelit belit,” tegasnya.

“Karena program pemerintah harus bisa menghadirkan promotif dan preventif. Seperti yang saya lakukan, 22 menit tiap hari berolahraga. Saya melihat dampaknya positif terhadap pengurangan biaya kesehatan,” pungkas Sandi.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Igman Ibrahim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Janji Perbaiki Layanan Kesehatan, Sandi: Negara Tidak Boleh Pelit