alexametrics

Mahfud MD: Ahok Tak Memenuhi Syarat Gantikan Ma’ruf Amin

17 Februari 2019, 13:30:29 WIB

JawaPos.com – Jelang pelaksanaan debat kedua pilpres 2019, beredar isu yang menyebutkan bahwa ada skenario penggantian Ma’ruf Amin oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Isu ini juga diramaikan dengan tagar #AhokGantiAmin di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, pakar hukum tata negara, Mahfud MD mengatakan, sangatlah tidak mungkin Ahok menggantikan Ma’ruf Amin. Menurut Mahfud, terdapat sejumlah syarat untuk menggantikan cawapres atau wapres menurut undang-undang.

Syarat pertama, ia punya catatan kepolisian yang baik. Kemudian, tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang diancam hukuman pidana lima tahun penjara atau lebih.

“Jadi, dari syarat ini saja, Ahok sudah tidak memenuhinya,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (17/2).

Dia menambahkan, UU MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3) menyatakan, apabila wakil presiden berhalangan tetap itu harus diganti lewat MPR. Tetapi, syaratanya sama, tak boleh orang yang pernah diancam pidana lima tahun atau lebih.

Berikutnya, calon presiden atau wakil presiden juga tidak bisa mengundurkan diri atau diganti sebelum proses pemilihan. Bila ada capres-cawapres yang mengundurkan diri sebelum pilpres, ada ancaman hukuman pidana lima tahun dan denda Rp 50 miliar. Sementara untuk parpol pengusung akan didenda Rp 100 miliar dan hukuman penjara 6 tahun.

“Nah dua-duanya (sebelum atau sesudah pilpres) itu tidak mungkin (diganti oleh Ahok) secara hukum. Jadi, kalau ada media yang menyebarkan itu, berarti ikut permainan politik yang hoaks,” katanya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu kecewa manuver politik para oknum yang menyebarkan isu Mar’uf Amin dipilih sebagai cawapres hanya untuk mendulang suara saat pilpres.

“Jadi, ada 18 pasal yang mengatur secara dominan larangan-larangan seperti itu. Sehingga mengganti-ganti itu tak mudah, ini negara dan Undang-Undang sudah mengatur secara tepat. Jadi beritanya sangat hoaks kalau berpikir seperti itu,” ujarnya.

Meski dirinya gagal mejadi cawapres pendamping Jokowi tapi sebagai ia menyesalkan permainan politik semacam itu. Isu tersebut menurut Mahfud, diciptakan untuk mereduksi kepercayaan kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ini sebuah permainan politik tingkat tinggi, memunculkan Ahok sesudah ataupun sebelum pilpres,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor :

Mahfud MD: Ahok Tak Memenuhi Syarat Gantikan Ma'ruf Amin