alexametrics

Golkar Disarankan Tidak Paksakan Usung Airlangga Jadi Capres di 2024

17 Januari 2022, 17:06:04 WIB

“Ya baliho tidak memberikan efek signifikan dan efeknya baliho juga tidak besar. Tentu ada efeknya tapi tidak besar, dan signifikan,” ungkapnya.

Ray menilai, jika Partai Golkar terus memaksa mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres, maka akan berimbas ke elektabilitas partai berlogo pohon beringin ini. Pasalnya publik tidak tertarik terhadap capres yang diusung Golkar.

“Ya imbasnya bisa ke elektabilitas partai politiknya. Jadi partai politiknya jadi kurang diminati publik jika misalnya mencalonkan Airlangga sebagai calon presiden,” tuturnya.

Karena itu, Ray mengatakan Airlangga harus memilih satu fokusnya saat ini. Jika tetap menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian maka akan sulit untuk mengejar ketertinggalannya dalam hal elektabilitas.

“Saya kira kalau Airlangga rangkap jabatan sebagai ketua partai dan menteri agak sulit. Karenanya tinggal dipilih saja meninggalkan yang mana supaya beliau bisa lebih fleksibel, karena kalau sekarang mau tidak mau harus mengurusi kementerian,” imbuhnya.

Sebelumnya, Inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) ‎Sirajuddin Abdul Wahab mengatakan, elektabilitas Airlangga Hartarto sangatlah memprihatinkan. Hal ini merujuk dari data survei Voxpol Center yang menyebutkan Airlangga Hartarto hanya mendapatkan 0,8 persen. Sementara di Indikator Politik Indonesia sebesar 0,2 persen.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads