alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sis Grace Main Isu Poligami, Kubu Jokowi-Ma'ruf Bisa Dicap Intoleran

16 Desember 2018, 17:57:53 WIB
Grace Natalie
Ketua Umum PSI Grace Natalie dinilai bisa mnciderai citra petahan dan dianggap tak toleran. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali melempar isu kontroversi. Setelah sebelumnya menolak perda syariah dan injil, parpol besutan Grace Natalie ini menolak adanya poligami di Indonesia.

Menjawab usulan PSI, Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini menilai, wacana yang dilontarkan PSI itu bisa dinilai berpotensi memecah belah bangsa. Apalagi dalam ajaran Islam, niat poligami justeru untuk memerdekan perempuan, bukan untuk nafsu semata.

"Kenapa saya merasa Kubu Petahana ini makin ke sini, makin pakai cara-cara intoleran, pecah belah masyarakat. Faktanya, Islam bolehkan poligami dengan syarat tertentu, dan realitasnya yang bermonogami jauh lebih banyak," kata Faldo saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (16/12).

Dia juga mempertanyakan urgensi untuk melakukan revisi UU Nomor 1 Tahun 1974 yang telah lebih dahulu mengatur laki-laki untuk berpoligami. Padahal kondisi saat ini, Indonesia belum darurat poligami.

"Saya tidak tahu data apa yang digunakan untuk mengeluarkan pernyataan itu. Saya ragu itu substansial atau hanya sekedar sensasional. Repot kalau urus negara seperti ini, urusan suka atau tidak saja," ungkap dia.

Atas dasar itu, Faldo mengaku partainya telah berkomitmen tak akan menolak apa yang telah diajarkan oleh agama Islam. Bagi dia pun, poligami bukan perkara yang mudah untuk dilaksanakan kaum adam.

"Jangan karena melihat praktek satu atau dua kasus yang buruk, langsung menghakimi konsep poligami itu sendiri. Itu hak asasi manusia, selama tidak ada paksaan dan ancaman, ya sudah hargai saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyinggung banyaknya diskriminasi yang dialami perempuan di dunia politik hingga kehidupan sehari hari. 

Mantan presenter salah satu stasiun televisi swasta itu juga menyinggung soal isu poligami. Dia menyatakan, perjuangan merevisi UU nomor 1 tahun 1974 tentang pernikahan yang memperbolehkan poligami. Dia juga memerintahkan seluruh kader agar tidak melakukan poligami.

"Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami. Kami tak ingin ada perempuan jadi korban," kata Grace.

Menurutnya, banyak bentuk diskriminasi yang ditimbulkan akibat poligami. Mulai kekerasan fisik, perlakuan tidak adil, penelantaran dan lain-lain.

Poligami juga berdampak negatif kepada anak. Apalagi, jika saat ini negara mengatur poligami dalam undang-undang .

"Undang-undang itu yang bikin manusia. Jadi, kalau banyak mudaratnya, nggak haram kok kalau kemudian di-review kembali. Diubah, kalau memang banyak korbannya," tambahnya.

Tak hanya larangan poligami terhadap para kader dan pengurus PSI, Grace juga menyatakan perjuangannya melawan poligami kepada kalangan pejabat publik. "Karena, di negara ini, pejabat publik masih menjadi panutan. Ya, dari situ lah (perjuangan melawan poligami)," tegasnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini