alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Muhammadiyah: Bagi yang Hyper, Poligami Lebih Baik daripada Berzina

16 Desember 2018, 12:08:37 WIB
Muhammadiyah: Bagi yang Hyper, Poligami Lebih Baik daripada Berzina
ILUSTRASI. Muhammadiyah menyatakan, poligami ada dalam aturan Islam, dengan syarat-syarat tertentu. (dok. Radar Malang/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi Dadang Kahmad mengatakan, poligami telah diatur dalam Al-quran. Aturan tersebut memperbolehkan berpoligami.

Namun, poligami tak menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Pernyataan tersebut menanggapi komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Imam Nahe'i yang menyebut poligami bukan ajaran Islam.

"Saya kira tidak mungkin (poligami bukan ajaran Islam), karena ada dalam ajaran Islam ada dalam Alquran. Jadi kita tidak usah menafikan," kata Dadang dalam keterangannya, Minggu (16/12).

Dadang menjelaskan, Al-quran memperbolehkan muslim berpoligami jika dalam keadaan tertentu. Saat itu, zaman ketika banyak anak menjadi yatim karena ayahnya meninggal dalam peperangan. Sehingga banyak janda yang harus membesarkan anaknya seorang diri.

"Anak-anak yatimnya itu bisa diasuh untuk menjaga supaya kasih sayang orang tua tetap ada. Maka kalau ibunya mau dikawin dipersilakan," ujarnya.

"Maka disebutkan, 'Jika kamu merasa ingin berbuat adil kepada anak yatim, takut tidak berbuat adil kepada anak yatim, silakan nikah matsna tsulasa wa ruba (menikah 2, 3, dan 4). Tapi jika kamu tidak bisa berbuat adil cukup satu saja'," tambahnya.

Lebih jauh, Dadang memandang normalnya seorang pria hanya memiliki satu istri. Namun, dalam keadaan tertentu dan istri pertama mengizinkan maka poligami diperbolehkan.

"Ya kalau dalam keadaan normal begini ya mungkin agak kurang bagus. Tapi dalam keadaan tertentu itu sangat bagus. Bahkan kalau ada laki-laki yang tidak cukup satu, hyper, misalnya, dari pada berzina kan itu lebih baik," pungkasnya.

Sebelumnya, komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe'i menyambut positif sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya untuk melakukan poligami. Dia menilai, pihaknya selalu mencatat kekerasan terhadap perempuan setiap tahun. Bahkan poligami atau nikah siri tidak tercatat secara resmi dan rawan terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Imam mengatakan di Indonesia sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang poligami dan persyaratannya rumit sehingga mempersulit orang untuk poligami. Poligami sendiri menurut Imam bukan ajaran Islam.

"Saya berkeyakinan poligami bukan ajaran Islam. Jauh sebelum Islam datang itu praktik poligami sudah dilakukan. Artinya dengan menyebut poligami ajaran Islam itu keliru. Kemudian Islam datang dan ada ayat poligami itu dalam konteks apa, memerintahkan atau mengatur," ujar Imam di Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : (rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini