alexametrics

Sinergis Perangi Covid-19, HMS: Setop Cari Panggung di Saat Pandemi

16 September 2020, 22:55:03 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum HMS Center Hardjuno Wiwoho menilai, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan pilihan bijak untuk menangani pandemi Covid-19. Meski cukup pahit, namun opsi ini ditempuh agar rakyat tidak menanggung derita lebih mendalam.

“Kebijakan penerapan PSBB di DKI Jakarta ini sangat baik. Bahkan ini bisa menjadi rule model bagi provinsi lain di Indonesia, terutama daerah yang menjadi penyangga Ibu Kota Jakarta,” ujar Hardjuno dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Rabu (16/9).

Namun demikian, menurutnya, penerapan PSBB ini harus terukur dengan memperhatikan ketahanan ekonomi. Karena itu harus dikalkulasi secara komprehensif soal dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. Terutama dampak ekonomi.

“Agar berjalan efektif, saya kira, butuh kerjasama dan komitmen yang kuat dari semua pihak. Dan semuanya harus dhitung dengan cermat,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan amanat pasal 49 UU 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Penjabaran lebih lanjut ketentuan PSBB diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan PSBB dalam rangka percepatam penanganan Coronavirus Desease 2019 (COVID-19).

Lebih lanjut, Hardjuno juga berharap agar pemerintah provinsi dan pemerintah pusat harus memperkuat lagi koordinasi. Hal ini penting agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi di masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus bersikap tegas dalam penegakan aturan protokol kesehatan.

“Aparat pemerintah harus memberikan contoh dengan melakukan protokol kesehatan dalam aktifitas mereka sehari-hari,” sarannya.

Hardjuno juga mengimbau, masyarakat harus bisa menjadi garda terdepan dalam pengendalian Covid-19. Karena itu, sosialisasi perang terhadap Covid-19 ini harus dilakukan secara masif menjadi gerakan di Indonesia, bukan hanya slogan dan imbauan saja.

“Pandemi Covid 19 memang menjadi permasalahan kompleks, tidak hanya kesehatan tetapi juga sosial dan ekonomi. Karena itu, saya kira, butuh kebijakan extra ordinary,” tegasnya.

Karena itu, dia berharap penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi harus berjalan pararel agar pembiayaan kesehatan dan kehidupan ekonomi rakyat sehari-hari terpenuhi. Sebab, penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi memerlukan kerja sama dan komitmen yang kuat dari semua pihak.

“Dengan demikian, Indonesia bisa terbebas dari Pandemi serta pelebaran defisit karena kontraksi ekonomi di tahun berikutnya tidak terjadi. Sudahlah, jangan cari panggung di Covid-19. Stop semua pencitraan. Mari semua energi positif bangsa diarahkan untuk melawan covid-19 ini,” tegasnya.

Editor : Dimas Ryandi




Close Ads