JawaPos Radar

Nama Cak Imin dan Ma'ruf Amin Disebut, PKB: Mahfud MD Lagi Emosi

16/08/2018, 00:05 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Lukman Edy
Ketua DPP PKB Lukman Edy menilai apa yang dikatakan Mahfud MD saatb di ILC merupakan bentuk luapan emosi karena tak dipilih jadi cawapres Jokowi. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy pernyataan yang disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merupakan bentuk luapan emosi karena tidak terpilih menjadi cawapres Joko widodo (Jokowi).

Diketahui, Mahfud MD sebelumnya mengungkapkan detik per detik saat proses dirinya diminta menjadi cawapres Jokowi. Saat itu Mahfud menyebut bahwa sesuai pengakuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Rais Aam PBNU Kiai Ma'ruf Amin melakukan intervensi ke Jokowi soal cawapres.

"Kita hormati apa yang terjadi. Mungkin Pak Mahfud masih emosi walaupun dia katakan legawa, tapi kan nendang sana-sini," ujar Lukman saat ditemui di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (15/8).

Lukman mengatakan, sebelum adanya deklarasi Jokowi-Ma'ruf Amin, ada banyak kandidat cawapres Jokowi. Jadi bukan Mahfud MD saja. Seperti nama Chairul Tanjung, Moeldoko, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga Hartarto.

Sehingga apa yang disampaikan Mahfud MD di publik hanya yang ia ketahui saja di permukaan. Dia tidak mengetahui lebih dalam soal cawapres Jokowi.

"Jadi itu bagian yang dia (Mahfud MD) ketahui, dan dia tidak ceritakan yang dia tidak ketahui," katanya.

Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD buka-bukaan salah satu penyebab dirinya batal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres.

Padahal detik-detik sebelum diumumkannya nama Mahfud MD, dirinya sudah diminta siapkan curriculum vitae (CV) dan mempersiapkan hal lain, seperti seragam.

Mahfud di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) menyebut, beberapa waktu lalu bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Dalam pertemuan tersebut Mahfud mempertanyakan alasan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengancam menarik dukungan dari Jokowi apabila cawapres bukan dari NU.

Kepada Mahfud, Cak Imin pun mengatakan, yang mengancam bakal tidak mendukung Jokowi itu atas usulan dari Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin.

"Kemudian ‎ketemulah tiga orang ini di PBNU, dan berkesimpulan bertiga ini bukan calon karena dipanggil nggak sebut calon. Lalu mereka sepertinya marah-marah," kata Mahfud.

Karena mengetahui tidak menjadi cawapres, Mahfud seperti menirukan perkataan Cak Imin menyebut Ma'ruf Amin kecewa. Sehingga Ma'ruf Amin pun mengancam NU bakal tidak mendukung Jokowi ‎kalau yang menjadi cawapres orang lain, atau bukan dari kader NU.

"Lalu Kiai Ma'ruf menyatakan, kalau begitu kita tidak bertanggung jawab secara moral kalau bukan kader NU yang diambil. Nah, ini kata Muhaimin," ungkapnya.

Setelah itu, tiga orang tersebut sepakat memanggil Ketua PBNU Robikin Emhas untuk berbicara ke media, apabila bukan kader NU, maka NU tidak akan bertanggung jawab secara moral kepada Jokowi.

"Robikin didikte oleh Kiai Ma'ruf Amin. Itulah permainan," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up