JawaPos Radar

Cak Imin Berkelit dari 'Nyanyian' Mahfud MD

16/08/2018, 11:02 WIB | Editor: Ilham Safutra
Cak Imin Berkelit dari 'Nyanyian' Mahfud MD
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar angkat suara atas 'nyanyian' Mahfud MD. Pria yang biasa disapa Cak Imin berkelit tidak ada maksud menjegal mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Cak Imin mengaku, Nahdlatul Ulama (NU) tidak pernah mengintervensi Jokowi dalam menentukan calon wakil presiden yang akan ditunjuk. "Tidak ada sama sekali kalimat mengancam. Berita itu isinya hanya mengatakan bahwa masyarakat NU bisa tidak bertanggung jawab apabila yang dipilih bukan kader NU," kata Cak Imin saat mengikuti sidang paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/8)

Terkait adanya penjegalan dari PKB terhadap pencalonan Mahfud, Cak Imin mengaku kondisi itu hanya sebuah dinamika biasa dalam politik. Baginya hampir seluruh pemilihan di Indonesia dinilai wajar jika ada praktik tersebut.

Cak Imin Berkelit dari 'Nyanyian' Mahfud MD
Mahfud MD ketika bersama Ketua KPK Agus Rahardjo (Imam Husein/Jawa Pos)

"Jegal-menjegal itu ada yang namanya dinamika. Jangankan pilpres, pemilihan ketua Ansor saja ramainya minta ampun, apalagi Pilpres. Jadi wajar-wajar aja," ungkapnya.

Karena itu, dia meminta saat ini yang harus mengedepankan sikap saling memaafkan dan menjaga persatuan bangsa. Apalagi hubungannya dengan Mahfud pun dinilai telah baik.

"Saya sama Pak Mahfud tidak pernah bersalah. Saya berpeluk-pelukan di akhir menjelang pengumuman. Jadi kami dengan Pak Mahfud baik-baik saja. Kita jaga persatuan kebersamaan NU dan umat," pungkasnya.

Sebelumnya membeberkan 'drama' penetapan cawapres Jokowi. Kata Mahfud MD sejumlah peristiwa yang dialaminya sehingga gagal jadi cawapres mendampingi Jokowi. Salah satunya ada upaya penjegalan dari pihak NU kepada Jokowi agar tidak memilih dirinya.

Penjegalan itu diketahui Mahfud dari perbincangan secara langsung dengan Cak Imin. Dalam perbincangan itu mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menyebut, Ma'ruf Amin tak setuju dengan pencalonan Mahfud MD sebagai cawapres. Alasannya Mahfud dianggap bukan kader NU.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up